Artikel Terbaru

Keterlibatan Umat dalam Ritus Pembasuhan Kaki

Keterlibatan Umat dalam Ritus Pembasuhan Kaki
1 (20%) 1 vote

Sedangkan pada 2015 Paus Fransiskus merayakan Kamis Putih di Penjara Rebibbia Roma. Misa juga dihadiri narapidana dari penjara perempuan. Bapa Suci membasuh kaki 12 nara pidana, enam perempuan dan enam laki-laki.

Ketika masih menjadi Uskup Agung Buenos Aires, Argentina, Kardinal Jorge Mario Bergoglio kerap merayakan Kamis Putih di luar katedral. Ia memilih untuk mengunjungi penjara, rumah sakit, pusat penampungan, dan pusat rehabilitasi pecandu narkoba.

Setelah melalui pengkajian dan pertimbangan, Kongregasi Tata Ibadat dan Sakra men memutuskan perubahan dalam rubrik ritus pembasuhan kaki. Imam bisa memilih umat Allah yang bervariasi dan mewakili kelompok umat Allah. Kelompok ini terdiri dari laki-laki dan perempuan. Idealnya dari kalangan muda dan tua, sehat dan sakit, klerus, biarawan-biarawati dan kaum awam lainnya.

“Saya juga merekomendasikan untuk adanya penjelasan yang memadai mengenai ritus itu sendiri bagi orang-orang yang dipilih. Sehingga ini bisa mengekspresikan lebih banyak lagi makna gesture Yesus di Malam Perjamuan Terakhir. Ia memberikan diri-Nya sampai akhir untuk menebus dunia, kasih-Nya tak berkesudahan,” demikian ditulis Paus Fransiskus.

Meskipun Paus Fransiskus sebelumnya telah memilih untuk membasuh kaki umat non-Katolik, Sekretaris Kong regasi Tata Ibadat dan Sakramen Mgr Arthur Roche mengingatkan, itu bukan berarti dalam ritus pembasuhan kaki boleh memasukkan umat non-kristiani dan non-Katolik. Seperti dilansir CNS, 21/1, Mgr Arthur Roche menegaskan bahwa perubahan dalam Missale Romanum dimaksudkan untuk “umat paroki setempat”.

Menurut Mgr Arthur Roche, keputusan Paus Fransiskus untuk memilih pemuda Muslim pada 2013 sebagai “rasul” dalam pembasuhan kaki adalah kondisi khusus dan berada dalam pengaturan yang “tidak biasa”. Sementara perubahan dalam dekrit yang diumumkan Kongregasi Tata Ibadat dan Sakramen, dimaksudkan untuk liturgi sehari-sehari di paroki, dalam keadaan normal. “Istilah ‘umat Allah’ dalam Lumen Gentium, Konstitusi Dogmatis Konsili Vatikan II tentang Gereja, mengacu pada Gereja secara khusus,” kata Mgr Arthur Roche.

Perlu Katekese<
Menurut Wakil Ketua Komisi Liturgi KWI, Romo C. Harimanto Suryanugraha OSC tindakan Paus membasuh kaki perempuan sudah menjadi kebiasaannya sejak menjadi Uskup Agung Buenos Aires. Dalam pengalaman spiritualnya, kebiasaan itu bernilai dan indah. “Beliau ingin menularkan pesan positif dari gesture simbolis itu,” katanya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*