Artikel Terbaru

Gerakan 24 Jam Untuk Tuhan

Gerakan 24 Jam Untuk Tuhan
1 (20%) 1 vote

Tahun ini, Paus Fransiskus kembali mengajak seluruh umat Katolik di dunia mendulang rahmat kerahiman Allah dalam perayaan “24 jam untuk Tuhan”. Ia mengundang semua umat beriman “kembali ke rumah”. Perayaan Pengampunan ini akan diadakan secara serentak oleh Gereja Universal pada Jumat-Sabtu, 4-5 Maret 2016. Prakarsa “24 jam bagi Tuhan” bisa diisi dengan kegiatan doa, seperti Brevir, Angelus, Rosario, serta penerimaan Sakramen Tobat dan Adorasi Ekaristi.

Sakramen Tobat memang bukanlah hal baru dalam Gereja Katolik. Namun tak dipungkiri, umat memang semakin menjauh dari Sakramen Tobat. Banyak umat yang malu atau enggan masuk ke dalam bilik pengakuan dosa. Namun, masih ada umat yang secara rutin menerima Sakramen Tobat.

Merasa “bersih”
Marisa Rotuna Manik berjalan santai menuju Asrama Mahasiswa Katolik yang terletak di tepi Jalan Gotong Royong Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu, 21/2. Umat Paroki St Yakobus Kelapa Gading, Jakarta Utara ini hendak mengikuti perayaan Ekaristi Forma Extraordinaria. Seperti biasa, sebelum Misa dimulai, imam yang memimpin perayaan Ekaristi memberikan kesempatan kepada umat yang ingin menerima Sakramen Tobat. Marisa ikut mengantre di muka ruangan yang menjadi bilik pengakuan dosa.

Mula-mula, Marisa kurang memahami manfaat langsung pengakuan dosa. Namun lambat laun pikiran dan perasaannya berubah setelah menerima rahmat Sakramen Tobat. Ia berkata, setelah menerima Sakramen Tobat ia merasa lebih tenang. “Pokoknya terasa happy terus,” tutur perempuan yang kini sedang aktif mengikuti Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP).

Setelah rutin mengaku dosa, Marisa kian memahami arti penting rahmat pengampunan. “Pengakuan dosa membuat saya merasa ‘bersih’. Pengakuan dosa juga menjadi sarana menyucikan diri, terutama sebelum menyambut tubuh Kristus dalam perayaan Ekaristi,” papar Marisa.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*