Artikel Terbaru

Remaja Lesbi

Remaja Lesbi
1 (20%) 1 vote

Saat remaja putri menyatakan diri menjadi lesbi, bisa kita cermati dengan hati-hati karena kita memerlukan waktu untuk mengetahui tingkat kelesbian remaja. Banyak remaja putri menyatakan diri sebagai lesbi hanya karena ingin mendapat perhatian seolah-olah ”modern”. Ada remaja putri menyatakan diri sebagai lesbi untuk menunjukkan bahwa mereka tidak kalah ”cool” dibandingkan remaja pria, sehingga mereka dengan sengaja berperilaku melanggar norma-norma masyarakat.

Namun, ada juga yang memang punya kecenderungan mencintai sesama jenis. Dalam hal ini perlu dicatat, remaja putri yang mencintai sesama jenis masih bisa dibedakan antara yang memang berorientasi seksual dengan sesama jenis, dengan yang mencintai sesama jenis dalam arti emosional saja. Remaja yang menyatakan diri lesbi memang ada yang sungguh-sungguh mengalami ketertarikan seksual dengan sesama jenis, tapi ada yang sebenarnya dia ”sekadar” mengalami ketergantungan emosional dengan sesama jenisnya.

Penyebab remaja menyatakan diri sebagai lesbi dapat disebutkan beberapa hal. Pertama,memang ada kelainan kondisi biologis, misalnya adanya kelainan hormonal. Kedua, karena pengalaman masa lalu yang menyebabkan remaja tidak dapat mencintai lawan jenisnya. Ketiga,tingkat perkembangan di mana remaja sebenarnya masih mencari jati dirinya sehingga dia mencoba-coba berbagai pengalaman, termasuk pengalaman dalam orientasi seksual. Keempat,lingkungan yang menyebabkan remaja merasa aman. Bila remaja merasa aman dalam lingkungan yang menyatakan diri lesbi, maka remaja akan ikut dalam kelompok tersebut walaupun mungkin tidak sejalan dengan kondisi asli dirinya. Kelompok-kelompok ini biasanya mempunyai jaringan cukup kuat sehingga remaja putri merasa nyaman di dalamnya dan sukar untuk keluar.

Untuk mengatasi remaja yang menyatakan diri sebagai lesbi, sebaiknya orangtua mendekatkan diri dengan remaja supaya dapat berkomunikasi lebih baik. Saat remaja merasa tertolak orangtua, biasanya mereka memilih melarikan diri ke kelompok yang menerima mereka. Hal ini akan mempersulit orangtua untuk membantu remaja tersebut.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*