Artikel Terbaru

Remaja Lesbi

Remaja Lesbi
1 (20%) 1 vote

Ibu I bisa merasakan perasaan remaja putrinya dengan cara mengingat kembali saat remaja dulu, kala cinta tidak direstui oleh orangtua. Perasaan yang muncul pasti sedih, kecewa, jengkel, dan marah. Perasaan inilah yang dirasakan juga oleh putri Ibu sekarang. Perasaan remaja lesbi semakin berat karena merasa bersalah, berkaitan dengan kenyataan bahwa agama dan masyarakat kita memberi label menyimpang pada perilaku mereka.

Dalam kondisi seperti ini, semakin seorang remaja merasa diterima oleh teman-temannya, semakin dia menjauhkan diri dari keluarganya. Karena itu, langkah tepat yang sebaiknya orangtua ambil dalam mengatasi remaja lesbi adalah menerima putri tersebut. Hal ini memang tidak mudah, apalagi kalau orangtua dihantui perasaan berdosa dan malu terhadap masyarakat di sekitarnya.

Namun, apabila orangtua bisa meyakinkan putri mereka bahwa rumahlah tempat paling damai dalam hidupnya, maka nasihat-nasihat orangtua atau harapan-harapan orangtua akan lebih mudah dipahami dan dilaksanakan oleh putri mereka. Mungkin saja kelesbian remaja putri tidak berubah. Namun, minimal pencegahan perilaku lanjutan yang lebih membahayakan dapat dilakukan. Misalnya, perilaku seks yang tidak aman, ketergantungan emosional yang berlebihan pada pasangan, dan sebagainya.

Semoga remaja kita semakin pandai dalam memilih tawaran-tawaran dalam kehidupan ini, sehingga dapat menemukan kebahagiaan sejati. Bukan kebahagiaan semu yang sifatnya hanya sesaat atau menyesatkan.

Dr Margaretha Sih Setija Utami MKes

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 18 Tanggal 3 Mei 2009

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*