Artikel Terbaru

Misa Tidak Diperjualbelikan

[Ilustrasi HIDUP]
Misa Tidak Diperjualbelikan
1 (20%) 1 vote
HIDUPKATOLIK.comBerapa harga untuk minta ujub dalam perayaan Ekaristi? Apakah ada dasar biblis dari praksis minta ujub ini? Apa peruntukan dari dana ujub ini? Untuk pemberkatan pabrik atau toko, apakah ada tolok ukur jumlah persembahan?
Susan Kurniawati, Malang
Pertama, baik untuk disadari bahwa dalam pelayanan rohani Gereja dilarang melakukan jual beli rahmat. Karena itu, tidak digunakan kata “harga” yang biasa dipakai dalam praktik jual beli. “Hendaknya dijauhkan sama sekali segala kesan perdagangan atau jual beli stips Misa” (KHK Kan 947). Umat boleh memohon ujub Misa dengan mempersembahkan derma bagi Gereja atas pelayanan rohani yang diterima. Tidak ada harga tertentu yang harus dibayar, tak ada tarif! Derma atau persembahan itu disebut stipendium (Latin) atau iura stolae (Latin). Memperjualbelikan rahmat dalam Gereja merupakan dosa simonia.
Kedua, pemberian stipendium ini bukanlah suatu kewajiban yang mengikat, juga karena bersifat persembahan. Maka, “sangat dianjurkan agar para imam merayakan Misa untuk intensi umat beriman kristiani, terutama yang miskin, juga tanpa menerima stips (KHK Kan 945 #2).” “Pelayan sakramen tidak boleh menuntut apa-apa bagi pelayanannya selain persembahan (oblationes) yang telah ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, tetapi harus selalu dijaga agar orang miskin jangan sampai tidak mendapat bantuan sakramen-sakramen karena kemiskinannya” (Kan 848). Imam juga tidak boleh menuntut jumlah yang lebih besar, tetapi boleh menerima, jika umat memberikan secara sukarela.
Ketiga, praksis memberi derma atau persembahan oleh umat ini sudah berkembangan sejak awal Gereja, baik dengan tujuan untuk menggantikan biaya perlengkapan Ekaristi, seperti lilin, anggur, roti, serta yang lain, maupun untuk mendukung hidup imam serta mendukung karya Gereja bagi orang-orang miskin (1 Kor 9:13; 16:1-4). Stipendium adalah bentuk keikutsertaan umat dalam bertanggung jawab secara ekonomis atas kesejahteraan Gereja dan kehidupan para pelayanannya (Kan 946).

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*