Artikel Terbaru

Kelompok Tani Organik Berkah Alam: Bertani Organik, Bangun Persaudaraan

Kelompok Tani Organik Berkah Alam: Bertani Organik, Bangun Persaudaraan
1 (20%) 1 vote

Rudi mengaku sudah lama kepengen menanam tanaman organik. Tapi ia belum nemu kawan yang cocok untuk diajak bertani organik. Maka ketika ide membuat sawah organik muncul di antara umat Lingkungan, ia girang bukan kepalang. Meski usianya sudah menginjak 70 tahun, ia rela mengemban dua tugas sekaligus, sebagai sekretaris dan penanggung jawab Kelompok Tani Organik Berkah Alam.

Ketika lahan olahan sudah siap ditanam, Kepala Paroki St Yakobus Klodran Bantul, Romo Basilius Edy Wiyanto, ikut datang. Ia memberkati, sekaligus melakukan penanaman perdana. Saat itu, Romo Edy mengatakan, bertani bukanlah pekerjaan ringan. Bertani adalah sebuah pekerjaan yang butuh ketekunan, keuletan, kerjasama, dan sebagainya. “Maka lahan ini bisa jadi sarana untuk berlatih membangun persaudaraan dalam memuwujudkan sebuah mimpi dan menjalin komunikasi dengan alam,” kata Romo Edy.

Buah Keuletan
Beberapa bulan kemudian, tibalah saatnya untuk panen. Umat Lingkungan St Stefanus berbondong-bondong pergi ke sawah untuk menuai hasil kerjasama yang mereka usahakan selama ini. Hasil panenan tersebut kemudian dipasarkan. Fransiska Mintarsih, selaku Ketua Divisi Pemasaran Kelompok Tani Organik Berkah Alam, diserahi tugas untuk memasarkan hasil kelompok tani ini. Sebagai langkah awal, ia menggandeng Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Klodran. Maka penjualan dimulai dari depan gereja, tiap usai Misa. Romo Edy sempat mengunjungi lapak penjualan hasil panen Kelompok Tani Organik Berkah Alam. Ia terkejut saat melihat hasil panen kelompok tani ini. Ternyata sayurannya segar-segar.

Selain memasarkan hasil panen di depan gereja, Mintarsih juga menjalin relasi dengan orang-orang kantoran dan sekolah-sekolah. “Kami membidik mereka yang sadar dan tahu akan kesehatan. Sebab yang saya jual sayur organik, yang tentunya harganya sedikit mahal dibandingkan harga pasar pada umumnya. Syukurlah cukup berjalan baik,” kata Mintasih.

Tak berhenti di situ, jangkauan pemasaran Kelompok Tani Organik Berkah Alam diperluas. Kantor Pertanian Bantul juga disambangi untuk mengenalkan cara dan hasil kerja dari kelompok tani ini. Lobi dengan Dinas Pertanian jadi tanggung jawab Kardi. Ia bahkan secara terang-terangan menjelaskan agar apa yang ia dan rekan-rekannya lakukan bisa dijadikan contoh bagi masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini masyarakat dapat belajar bagaimana cara bertani organik. Dinas Pertanian Kabupaten Bantul rupanya merespon positif harapan Kelompok Tani Organik Berkah Alam. Di beberapa kesempatan, saat pasar tani digelar, Kelompok Tani Organik Berkah Alam diundang untuk ikut memamerkan hasil panenan mereka.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*