Artikel Terbaru

Menabur Harapan di Tanah Terberkati

Menabur Harapan di Tanah Terberkati
1 (20%) 1 vote

Pastoral Kehadiran
Sementara, Selasa, 16/2, Paus merayakan Misa bersama kaum religius dan para seminaris di Stadion Morelia, Ibukota Michoacan. Ia berpesan agar kaum berjubah tak kenal menyerah dalam kesulitan yang muncul karena kekerasan, korupsi, perdagangan manusia, dan penindasan. “Dalam keadaan demikian, Injil harus terus diwartakan,” tegasnya.

Menurut Bapa Suci, godaan sering datang di tempat-tempat yang didominasi kekerasan. “Maka Anda sekalian jangan pernah menyerah, apalagi mundur. Pengunduran diri adalah tanda tak punya harapan dan masa depan,” katanya.

Tak jauh berbeda dengan Chiapas. Michoacan termasuk rute perdagangan narkoba di Meksiko. Daerah ini juga di dera kemiskinan, pengangguran, kekerasan, dan korupsi. “Karena itu, kehadiran Paus di Morelia adalah tanda masyarakat Morelia perlu bertobat,” kata Uskup Agung Morelia, Kardinal Alberto Suarez Inda.

Setelah bertemu kaum berjubah, Paus menuju ke Stadion José María Morelosy Pavon, Morelia, untuk bertemu kaum muda. Ia berpesan kepada kaum muda agar tidak melupakan identitas mereka. Kaum muda tak hanya harapan, tapi kekayaan termahal Meksiko. Meski Meksiko termasuk negara ‘‘dilematis’’, kaum muda harus terus mencintai tanah ini.

Pada hari terakhir di Negeri Sombrero (topi khas Meksiko), Rabu, 17/2, Bapa Suci mengunjungi Penjara Ce reso, Ciudad Juárez Selatan. Ia bertemu dan menyampaikan pesan serta harapan kepada 800 narapidana. Paus menguatkan mereka agar tak mudah putus asa. Kehidupan sejati tidak melulu berada di luar jeruji besi, tapi di manapun. “Bila Anda berbuat baik kepada orang lain, di situlah Anda hidup,” tegasnya.

Mengakhiri kunjungan apostoliknya di Negeri Tortila atau Tequila (minuman keras khas Meksiko), Bapa Suci dilepas dalam seremonial penutupan di Bandara International Ciudad Juárez. Ia berterima kasih kepada rakyat Meksiko atas ke sediaan menyambutnya. Ia meminta agar rakyat Meksiko terus mendoakannya. “Di tengah perjuangan kalian untuk mengembalikan wajah kasih Allah di tanah air kalian, saya menitip doa untuk pelayanan saya,” kata Bapa Suci menutup lawatannya.

Yusti H. Wuarmanuk/Marchella A. Vieba/R.B.E. Agung Nugroho

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 9 Tanggal 28 Februari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*