Artikel Terbaru

St Sergius I: Paus Penjaga Supremasi Takhta St Petrus

St Sergius I: Paus Penjaga Supremasi Takhta St Petrus
1 (20%) 1 vote

Pasca wafatnya Paus Conon pada 21 September 687, dua kubu itu semakin gencar melancarkan aksi propaganda. Kubu pertama berasal dari Diakon Agung Paskalis. Ia menawarkan sejumlah besar uang sogokan bagi para uskup dan pimpinan Gereja (klerus) serta rakyat agar memilih dirinya sebagai pengganti Paus Conon. Kubu kedua berasal dari Imam Agung Theodorus, yang juga memiliki pengikut besar.

Diakon Paskalis berhasil mengumpulkan dukungan dari hasil permainan kotor dengan uang sogokannya. Pun demikian dengan kubu Theodorus. Karena pertentangan dua kubu inilah pengganti Paus tak juga terpilih. Hal ini memperpanjang Takhta Lowong (Sede Vacante) yang berlangsung selama hampir tiga bulan.

Pertentangan dua kubu tersebut justru semakin membuka mata banyak orang akan praktik-praktik kecurangan dan politik uang dalam proses pemilihan Paus. Bahkan para klerus dan rakyat Roma semakin yakin bahwa dua kandidat dari masing-masing kubu itu tidak layak sama sekali. Dua kandidat itu hanyalah orang-orang yang haus kekuasaan. Meskipun mereka berasal dari golongan klerus, pertentangan di antara mereka justru menunjukkan ketidaklayakan mereka untuk dapat duduk sebagai Pengganti Pangeran Para Rasul.

Oleh karena itu, untuk mengakhiri Takhta Lowong yang sudah lebih dari dua bulan, sebagian besar klerus dan umat akhirnya mengesampingkan dua kandidat yang terus berseteru. Mereka dianggap sama sekali tak layak sebagai pengganti Paus Conon. Di luar dugaan, klerus dan umat justru memilih Sergius. Mereka menilai, Sergius layak disucikan dan diangkat sebagai penerus Takhta St Petrus. Alhasil, Sergius dipilih sebagai pengganti Paus Conon pada 15 Desember 687.

Relasi dengan Inggris
Kala terpilih menjadi Paus, Sergius merupakan Kardinal-Imam St Susanna. Ia diangkat menjadi Kardinal oleh Paus Leo II (682-683). Sergius adalah putra keluarga imigran berdarah Antiokhia yang berasal dari Siria. Ayahnya bernama Tiberius. Konon, ia lahir sekitar tahun 650 di Palermo, Sisilia. Di kota kelahirannya itu, ia mengenyam pendidikan pada masa mudanya.

Sejak muda, ia sudah berniat untuk menjadi imam dan membaktikan hidupnya bagi Gereja. Ia menerima tahbisan imam di Roma dari tangan Paus Leo II.

Paus Sergius I memiliki banyak relasi dengan Bangsa Inggris. Ketika bertakhta, ia menerima kunjungan Raja Wessex (Saxons Barat), Caedwalla (659-689). Kekaguman Raja Caedwalla pada Sri Paus bermuara pada kesediaan dirinya dibaptis menjadi Katolik pada 689. Ia meminta Paus Sergius I memberikan Sakramen Permandian. Namun naas, tak lama setelah dibaptis, Raja Caedwalla meninggal di Roma dan dimakamkan di Basilika St Petrus atas perintah Paus Sergius I.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*