Artikel Terbaru

St Sergius I: Paus Penjaga Supremasi Takhta St Petrus

St Sergius I: Paus Penjaga Supremasi Takhta St Petrus
1 (20%) 1 vote

Selain itu, Abbas Malmesbury, Wiltshire, Inggris yang kesohor, St Aldhelmus (639-705) juga kagum dan menaruh hormat yang begitu tinggi pada Paus Sergius I. Sang Abbas menilai, Bapa Suci Sergius I memiliki kesalehan hidup dan kebijaksanaan yang patut diteladani. Abbas sekaligus Uskup Sherborne ini sempat bertandang ke Roma untuk bertemu dengan Paus Sergius I. Tujuan utamanya datang ke Roma adalah ingin meminta nasihat Bapa Suci.

Terkait perseteruan Gereja di Inggris, Paus Sergius I memberikan intervensi dan perhatian khusus. Ia merestorasi Uskup York, St Wilfridus (634-709) untuk kembali menduduki Takhta Keuskupan York. St Wilfridus sempat diturunkan dari takhtanya, dipenjara dan menjalani masa pengasingan. Bahkan dalam silang sengkarut Gereja di Inggris, Keuskupan York –secara sepihak– dibagi menjadi beberapa bagian oleh Uskup Agung Canterbury kala itu, Mgr Theodorus. Namun karena kesetiaannya pada Takhta Suci di Roma, Bapa Suci akhirnya merestorasi Takhta York dan mempercayakan kembali ke pangkuan St Wilfridus.

Paus Sergius I juga mengutus seorang misionaris dari Inggris, St Willibrordus (658-739) untuk mengemban misi di wilayah Frisia dan sekitarnya. Kini wilayah ini meliputi sebagian Belanda, Jerman dan Denmark. Sebelum diutus, St Willibrordus ditahbiskan sebagai uskup oleh Paus Sergius I pada 695. Ia mengemban misi untuk melakukan evangelisasi di tengah Bangsa Frisian.

Jasa bagi Gereja
Selama masa kepausannya, Paus Sergius I melakukan perbaikan beberapa basilika di Roma sebagai salah satu wujud devosinya untuk menjaga kesakralan rumah Tuhan. Bahkan ia berhasil melakukan rekonsiliasi dengan Gereja di Aquileia dan Grado sehingga dua komunitas ini kembali ke pangkuan Gereja Roma dan tunduk pada supremasi Takhta St Petrus. Provinsi Aquileia sempat terpisah dari Gereja Roma sejak 556 pada masa Paus Pelagius I (556-561) karena dianggap sebagai skisma yang bertentangan dengan Konsili Konstantinopel tahun 553.

Dalam bidang Liturgi Gereja, Paus Sergius I berjasa karena menambahkan Agnus Dei (Anak Domba Allah) dalam teks Misa yang saat itu sudah ada. Ia juga tak henti mempromosikan devosi secara rutin di berbagai gereja di Roma. Ia dikenal sebagai Paus yang menginisiasi adanya prosesi pada beberapa perayaan liturgi meriah, seperti Hari Raya Kabar Gembira, Kelahiran Tuhan, dll.

Paus Sergius I wafat pada 7 September 701 setelah bertakhta selama 14 tahun. Selama itu, ia menahbiskan 96 uskup, 18 imam, dan empat diakon. Jenazahnya disemayamkan di Basilika St Petrus. Setelah wafatnya, umat memberikan penghormatan kepadanya dan menghormati Paus Penjaga Supremasi Takhta St Petrus ini sebagai Santo. Hingga kini, Gereja memperingatinya tiap 8 September.

R.B.E. Agung Nugroho

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 9 Tanggal 28 Februari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*