Artikel Terbaru

St Gregorius II: Paus, Almoner dan Pustakawan Pertama Kepausan

St Gregorius II: Paus, Almoner dan Pustakawan Pertama Kepausan
1 (20%) 1 vote

Dalam kondisi seperti itu, Kaisar Binzantium, Leo III (717-741) mengeluarkan dua kebijakan penting tahun 727. Pertama, ia menaikkan pajak khusus bagi rakyat; dan kedua, ia juga memberlakukan larangan penghormatan dan devosi kepada gambar gambar suci atau sering disebut sebagai ikonoklasme. Bahkan, Kaisar Leo III juga mendesakkan kebijakannya pada Bapa Suci. Rakyat di bawah yurisdiksi Kepatriakhan Binzantium berharap, Paus akan membantu mereka.

Menanggapi kebijakan Kaisar Leo III, Paus Gregorius II segera menggelar Sinode di Roma tahun itu juga. Sinode ini mengutuk kebijakan Kaisar Leo III yang memberlakukan ikonoklasme di wilayah Gereja Timur. Paus menegaskan, kaisar tidak memiliki hak apapun untuk ikut campur dalam urusan Gereja. Sinode juga memproklamirkan kebenaran doktrin mengenai devosi melalui benda-benda suci yang sudah menjadi tradisi Gereja selama berabad-abad.

Dalam perlawanan terhadap ikonoklasme, Paus Gregorius II menunjukkan dukungan kepada Patriakh Konstantinopel, Germanus I (715-730) untuk menolak kebijakan kaisar. Karena tidak mau menaati perintah Kaisar Leo III, Patriakh Germanus I akhirnya dilengserkan dari takhtanya. Selama 10 tahun pasca dilengserkan, ia menghabiskan hidup di rumah kerabatnya hingga wafat. Gereja Timur akhirnya dipimpin oleh Patriakh Anastasius (730-754) yang mengikuti perintah Kaisar Leo III.

Selama masa kepausannya, Gregorius II tak lelah menegakkan aturan dan tradisi Gereja melawan serangan kaum ikonoklas dari Timur. Ia juga masih berjuang melawan Bangsa Lombardia yang tak henti merongrong wilayah yurisdiksi Roma dan mengancam eksistensi Takhta Suci.

Paus Gregorius II wafat pada 11 Februari 731. Jazadnya disemayamkan di Basilika St Petrus. Pasca wafatnya, ia dihormati sebagai orang kudus dan banyak umat berziarah di makamnya. Oleh karena itu, penghormatan ini terus dilanjutkan hingga kini. Paus yang tak kenal lelah melawan ikonoklasme ini diperingati Gereja tiap 11 Februari.

R.B.E. Agung Nugroho

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 8 Tanggal 21 Februari 2016

 

 

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*