Artikel Terbaru

TAV St Arnoldus Janssen Bekasi: Menyajikan Misa di Layar Kaca

TAV St Arnoldus Janssen Bekasi: Menyajikan Misa di Layar Kaca
1 (20%) 2 votes

Semangat Komunitas
Kini, TAV telah berusia hampir dua tahun dan setiap anggota TAV masih tetap bersemangat dalam pelayanan. Masing-masing anggota memiliki peran yang sama untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan pelayanan. Dalam pelayanan itu, mereka menyadari masih ada kekurangan. “Iya, kadang ada yang mengkritik dan meremehkan keberadaan TAV. Namun kami tidak sakit hati, malah dapat memacu motivasi kami,” kata Tika. Kritik itu mereka jadikan masukan yang mendorong untuk semakin meningkatkan pelayanan.

Menurut Wakil Ketua TAV, Antonius Budi, kadang saat perayaan berlangsung, ada saja gangguan-gangguan teknis misalnya layar televisi tiba-tiba mati. Namun dengan adanya kerjasama baik dengan petugas tata tertib hal-hal semacam itu dapat diatasi dengan cepat. Saat perayaan besar seperti Paskah dan Natal, TAV selalu berupaya untuk menampilkan visual Misa dengan baik. Beragam pengalaman suka duka mewarnai perjalanan TAV. Kritik dan saran pun silih berganti datang. “Tetapi, sekali lagi kita harus tetap semangat. Kritik dan komentar sumbang tidak kami masukkan dalam hati,” kata Antonius menegaskan.

Kendala lainnya adalah tugas yang diberikan tergolong monoton, hanya berupa liputan di dalam gereja dan Misa besar saja. Anggota TAV merasa jenuh dan seolah “tidak dihargai”. Namun mereka selalu saling mendorong satu sama lain untuk tetap bersemangat dalam pelayanan. “Setelah Misa berakhir, seperti biasa kami selalu berkumpul sembari mengevaluasi pelayanan,” kata Rizky.

Tak jarang, saat evaluasi, ada anggota yang mengeluh dan emosi. “Momen seperti ini membuat kami semakin me mahami satu dengan yang lain,” tambah Rizky. Mereka juga kerap bercanda dan tertawa untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan.

Rizky mengaku, ia mendapatkan banyak manfaat menjadi bagian dari TAV. Ia ingin agar anak muda lain mau hidup dalam semangat komunitas. “Saat ini, kami berencana mengembangkan potensi kaum muda melalui sharing ilmu mengenai fotografi, jurnalistik, menulis dan bidang lainnya,” ujarnya.

Anggota TAV memiliki latar belakang yang beragam. Ada yang bekerja sebagai wartawan, pekerja bidang musik hingga dunia tarik suara. Tika misalnya, ia mantan penyanyi cilik. Mereka kerap berbagi pengalaman dan belajar satu sama lain lewat kegiatan yang mereka lakoni.

A. Aditya Mahendra/Edward Wirawan

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 8 Tanggal 21 Februari 2016

 

 

 

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*