Artikel Terbaru

IBBSIN: Saling Meneguhkan dalam Karya dan Perutusan

IBBSIN: Saling Meneguhkan dalam Karya dan Perutusan
1 (20%) 1 vote

Visi itu kemudian dijabarkan dalam tujuh misi pokok, antara lain: menyelenggarakan penyegaran rohani secara teratur; meningkatkan persaudaraan religius yang lebih akrab; membangun karya pewartaan yang terpadu; re-evangelisasi kepada umat Katolik yang pasif; mewartakan Kristus kepada yang belum mengenal-Nya; menumbuhkan panggilan hidup membiara bagi generasi muda; dan menjadi saksi kasih Yesus dengan berpartisipasi dalam Gereja dan masyarakat. Sesuai anjuran Mgr Timang, sejak IBBSIN berdiri, minimal setahun sekali diadakan acara untuk para imam, biarawan dan biarawati yang bertujuan menjalin persaudaraan dan keakraban.

Tahun 2014 lalu IBBSIN menggelar Uskup Cup I, sebuah ajang pertandingan dan perlombaan yang pesertanya diwakili oleh rohaniwan/rohaniwati perwakilan dari tiga dekanat yang ada di Keuskupan Banjarmasin. Uskup Cup merupakan piala bergilir yang diperebutkan antardekanat.

Dalam rangka penutupan Tahun Hidup Bakti 2015, diadakanlah Uskup Cup II. Seperti tahun sebelumnya, piala bergilir disabet oleh Dekanat Barat. Menurut Buku Petunjuk Keuskupan Banjarmasin 2014, jumlah rohaniwan/rohaniwati yang berkarya di keuskupan ini sebanyak 131 orang, dan pada 2015 menjadi 145 orang.

Pada bulan Juni 2015 lalu, dalam bentuk triduum para religius, IBBSIN menghadirkan Romo Wim van der Weiden MSF yang menjadi saksi hidup Konsili Vatikan II. “Kami mengundang Romo Wim untuk berbagi cerita. Termasuk mendalami ketiga dokumen pokok Konsili Vatikan II yang diperingati; bagaimana dokumen-dokumen itu dirumuskan; berikut suasananya dan sebagainya; dan bagaimana dokumen itu direfleksikan untuk konteks kita saat ini,” kisah Romo Teddy.

Misi Bersama
Romo Teddy menjelaskan bentuk-bentuk kegiatan IBBSIN antara lain: audiensi dengan Uskup Keuskupan Banjarmasin, rekoleksi biarawan biarawati di tingkat keuskupan maupun dekanat, misi umat di paroki-paroki dan pertandingan. Kegiatan itu bertujuan untuk membangun kesadaran misi pastoral yang sama.

Dewasa ini di Keuskupan Banjarmasin berkarya lima tarekat imam (MSF, CP, CM, MSC, CICM), satu tarekat frater (CMM), 11 tarekat suster (SFD, SPC, PI, SPM, PK, SND, SSpS, SCMM, PBHK, PRR dan JMJ), tarekat sekular ALMA dan imam praja. Melalui beragam kegiatan yang difasilitasi dan dianimasi IBBSIN, diharapkan kesatuan dan keakraban diantara mereka dapat terjalin.

“Baik pada waktu kami mengadakan triduum maupun rekoleksi, selalu diupayakan unsur kebersamaan yang ditampilkan. Dalam kerangka itu ada unsur berbagi pengalaman antarimam, biarawan dan biarawati yang bertujuan memperkembangkan sekaligus menyatukan,” kata Romo Teddy melanjutkan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*