Artikel Terbaru

Misi di Ladang Keberagaman

Misi di Ladang Keberagaman
1 (20%) 1 vote

Biarawati kelahiran Atambua, 10 November 1979 ini mencontohkan, mayoritas penduduk asli Papua tidak punya pekerjaan tetap. Mereka hidup bergantung dari hutan, sungai, dan rawa. Jalan dan kendaraan untuk memasarkan hasil olahan dan tangkapan tersedia, tapi pada musim hujan, jalan di beberapa wilayah penuh lumpur dan rusak parah. Kondisi itu menyulitkan masyarakat untuk menjangkau dan memasarkan panenan.

Sekretaris Eksekutif KKI-KAME, Ofny Oktafianus S. Maapi menambahkan, masyarakat pendatang banyak bekerja sebagai pegawai negeri sipil, perusahaan swasta, petani, nelayan, dan pedagang. Hal ini membawa konsekuensi, di mana masyarakat lokal menjadi semakin sedikit yang terlibat dalam pembangunan. Mereka bahkan mulai tersingkir dalam kehidupan kemasyarakatan.

Jawab Keprihatinan
Karya misi saat ini tak sebatas mewartakan Injil atau membaptis orang. Misi harus menyesuaikan situasi dan menjawab keprihatinan masyarakat. Delegatus Komisi Kerasulan Misioner (KKM) Keuskupan Atambua, Romo Salvator Towary SVD mengatakan, KKM menggelar seminar dan workshop tentang human trafficking. Kegiatan itu bekerjasama dengan Komisi Kepemudaan, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi, dan Karya Kepausan Indonesia. Acara itu bertujuan untuk menanamkan pemahaman, menumbuhkan kesadaran, serta menekan jumlah kasus perdagangan manusia yang marak di Nusa Tenggara Timur. Menurut data Badan Reserse Kriminal Polri tahun 2014, kasus trafficking tertinggi di Indonesia terjadi di “Nusa Bunga”.

KKM, lanjut Romo Salvator, juga mengadakan bakti sosial dan penghijauan sebagai bentuk kepedulian kepada alam dan lingkungan. Penyuluhan bahaya AIDS dan narkoba menjadi kegiatan lain yang juga dijalankan. “Kami memberi pemahaman moral dan pastoral. Apalagi kami berada di wilayah perbatasan,” terangnya.

Romo Salvator mengatakan, ada kasus krusial yang menjadi tugas berat Keuskupan, secara khusus KKM. Dari kuisioner yang pernah dibagikan kepada umat, ada beberapa tantangan karya misi. Keterbatasan sumber daya alam dan kondisi ekonomi masyarakat yang mayoritas berada di bawah batas prasejahtera menjadi tantangan yang jelas ada di depan mata. Selain itu adalah dualisme religius atau double standart life.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*