Artikel Terbaru

Rumah Pembinaan Fransiskan Nagahuta: Rumah Bagi Jiwa Kosong

Rumah Pembinaan Fransiskan Nagahuta: Rumah Bagi Jiwa Kosong
3.3 (66.67%) 3 votes

Dua karyawan melayani para pengunjung RPF Nagahuta. [HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]
Dua karyawan melayani para pengunjung RPF Nagahuta.
[HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]
Fasilitas lain yang tersedia antara lain tiga unit penginapan bagi pengunjung yang menginap. Masing-masing unit terdiri dari 15 kamar, yang bisa menampung 150 orang dewasa. Setiap ruangan dihiasi kutipan kata-kata St Fransiskus Assisi. Sementara, untuk ruang pertemuan, RPF Nagahuta menyediakan aula besar dan sebuah aula kecil, serta ruang rekreasi. Pastor Sergius mengatakan, RPF Nagahuta dikelola sesuai spiritualitas St Fransiskus Assisi, yaitu “Menggali keutamaan diri lewat pembinaan karakter dalam kesatuan dengan alam semesta”. RPF Nagahuta paling banyak dipilih sebagai tempat retret dan rekoleksi anak-anak sekolah, para imam, retret kongregasi, semisal untuk persiapan kaul kekal atau tahbisan.

Meski berdesain tempat doa, bukan berarti RPF Nagahuta hanya boleh dipakai umat Katolik. RPF Nagahuta tetap membuka diri terhadap agama lain. Pernah ada umat Protestan dan umat Muslim yang datang ke RPF Nagahuta, entah sekadar berkunjung atau mengadakan kegiatan rohani. “Semua ini atas satu keyakinan, St Fransiskus Assisi diutus bukan saja untuk orang Katolik, tetapi sesama saudara yang mengakui Allah yang satu,” imbuh Pastor Sergius.

Pastor Sergius menambahkan, dalam tata kelola, RPF Nagahuta menyediakan paket-paket pelayanan. Bila tidak ada pembina retret atau rekoleksi, “pelanggan” bisa menggunakan tim RPF Nagahuta yang terdiri dari sembilan orang, yaitu dua pastor, dua bruder, satu diakon, seorang frater pastoral, serta tiga suster OSF.

Milik Bersama
Soal sewa tempat Pastor Sergius menegaskan bahwa RPF Nagahuta tidak fokus pada keuntungan. RPF Nagahuta lebih pada semangat melayani kebutuhan umat, terutama yang haus akan sapaan Tuhan. “Ketika pekerjaan dan kesibukan di kantor membuat banyak orang merasa stres, RPF Nagahuta bisa memanjakan mereka dengan nuansa alam dan pembinaan mental spiritual,” ujarnya. Ia menambahkan, meski RPF Nagahuta sudah punya tarif untuk tiap paket bimbingan, tetap terbuka untuk tawar-menawar. Semua bisa diatur, asalkan dikomunikasikan.

Dalam kompleks RPF Nagahuta juga terdapat RPP St Pio yang dikelola Pastor Sirilus Manalu OFMCap. RPP St Pio ini tak bisa dilepaskan dari RPF Nagahuta. Bila RPF Nagahuta menawarkan segi spiritual, RPP St Pio menawarkan segi mental dan fisik. Ketika orang mengalami gangguan fisik dan psikis, serta sulit disembuhkan dari sisi medis, maka RPP St Pio bisa menjadi alternatif penyembuhan. RPP St Pio berdiri pada 2006, dengan fokus menangani pasien secara holistik yang meliputi pikiran, fisik, dan spiritual. “Kami menyediakan konseling pribadi dan keluarga dari sisi psikis, fisik, dan spiritual. Tujuan kami membantu umat untuk menjalani hidup secara wajar,” ujar Pastor Sirilus. Tiap bulan, RPF Nagahuta melayani sekitar 1000 sampai 1500 peserta yang datang untuk olah rohani.

Untuk memperlancar pelayanan RPF Nagahuta memperkerjakan 35 pegawai; lebih dari 80 persen beragama Muslim. Kebijakan ini dipilih dengan dasar pertimbangan untuk membangun relasi interpersonal dengan warga sekitar kawasan RPF Nagahuta. Relasi ini bukan baru terbangun sekarang, tapi jauh sebelum pembelian tanah RPF Nagahuta.

Pastor Sergius menambahkan, RPF Nagahuta dikelola atas dasar kasih. Maka ketika orang selesai mengikuti retret atau kegiatan di RPF Nagahuta, diharapkan selalu bertekun dalam doa. St Fransiskus Assisi dalam sebuah petuah mengatakan, “Seorang hamba Allah tidak boleh muak terhadap apapun, selain terhadap dosa. RPF Nagahuta kiranya bisa menjadi sarana pengampunan bagi orang berdosa.”

Yusti H. Wuarmanuk

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 46 Tanggal 13 November 2016

KOMENTAR ANDA:

1 Comment

  1. Pria 39 th.Khatolik.SIM B1,Cari kerja sbg driver,Bisa Matic,Manual,hafal Jalan Jabodetabek,biasa Bawa mobil Mewah,Domisili jelas dan rumah sendiri,sdh berkeluarga,Hp.085781242628
    Terima Kasih,Majalah Hidup,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*