Artikel Terbaru

St Inocencia dari Guadalajara (1771-1786): Jadi Martir di Tangan Sang Ayah

St Inocencia dari Guadalajara (1771-1786): Jadi Martir di Tangan Sang Ayah
2.3 (46.67%) 3 votes

Inocencia sangat gembira karena peristiwa itu. Ia lalu cepat-cepat pulang ke rumah dan ingin mengabarkan apa yang dirasakannya kepada sang bunda. Namun ketika tiba di rumah, ayahnya telah menunggu. Melihat Inocencia dengan gaun putih, sang ayah naik pitam. Ayahnya sangat marah ketika mengetahui anaknya telah menjadi Katolik. Ayahnya pun berteriak, “Semua yang kamu perbuat adalah omong kosong belaka”. Tetapi Inocencia tak mau diam. Ia berkata kepada ayahnya bahwa ia terlanjur mencintai Kristus dan tidak akan mengingkari janjinya.

Malang tak dapat ditolak, sang ayah meraih sebilah pisau lalu mendekati Inocencia yang kala itu berada di dapur.
Tanpa banyak berpikir, sang ayah menikam dada Inocencia berkali-kali. Darah segar mengalir membasahi gaun putih yang ia kenakan. Tubuh Inocencia roboh ke tanah dan meninggal. Setelah kejadian itu, sang ayah melarikan diri. Banyak tentangga datang dan mengurus jenazah Inocencia untuk dikebumikan di Pemakaman Umum St Ciriaca Roma, Italia.

Patron Para Pengantin
Tahun 1789, makam Inocencia digali oleh seorang imam. Jazadnya lalu disemayamkan di Katedral Guadalajara, Meksiko. Jazad itu diawetkan dengan lilin dalam peti kaca. Setelah disemayamkan di katedral tersebut, banyak orang berbondong-bondong meminta doa darinya. Sebagian besar peziarah adalah pasangan pengantin baru yang berdoa mohon keturunan lewat perataraan Inocencia.

Tahun 1818, katedral ini pernah diterjang gempa bumi dahsyat yang menyebabkan menara dan kubahnya runtuh. Dua bangunan itu sempat dibangun lagi, tapi kembali runtuh pada 1849. Meski demikian, jazad Inocencia tetap terjaga. Katedral seluas 77,8 x 72,75 meter itu memiliki altar yang dipersembahkan kepada St Perawan Maria Diangkat ke Surga, St Maria Guadalupe, St Maria Bunda Kedukaan, St Maria Zapopan, St Dominikus, St Nicholaus, St Thomas Aquinas, dan St Christopher. Butuh tiga tahun untuk membangun kembali katedral itu, dan selesai pada 1854.

Paus Pius XII (1876-1958) menyematkan status Basilika Minor (Kecil) untuk Katedral Guadalajara. Sebelumnya, Paus Pius XI (1857-1939) telah menggelarinya Santa kepada Inocencia pada 1930. Ia dikenang sebagai Rasul Ekaristi sekaligus patron bagi para pengantin baru.

Yusti H. Wuarmanuk

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 47 Tanggal 20 November 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*