Artikel Terbaru

Asrama Putra St Albertus Dempo, Malang: Handphone Jadul dan Belajar Mandiri

Asrama Putra St Albertus Dempo, Malang: Handphone Jadul dan Belajar Mandiri
2.5 (50%) 6 votes

Handphone Jadul
Formasi bagi anak-anak Asrama Dempo juga menyangkut gaya hidup. Di saat anak-anak remaja saat ini kesengsem dengan handphone android mahal tipe terbaru, aturan asrama justru mewajibkan sebaliknya. Para penghuni asrama tidak di perbolehkan menggunakan handphone android. Mereka hanya boleh menggunakan handphone monophonic atau kerap disebut handphone jadul, misalnya, Nokia 3310, 3210, 8250 atau Nokia 2300.

Bruder Mungsi menjelaskan, dengan menggunakan handphone monophonic anak-anak asrama tidak bisa untuk ber-facebook ria, ber-twitter ria, atau bermain game sesuka hati. Pasalnya, handphone monophonic hanya bisa untuk menelpon dan SMS. “Sementara kalau pakai handphone android, begitu ada waktu luang sedikit, pasti yang dipikirkan pertama adalah membuka handphone untuk main game, chatting, dan segala macam,” ungkap bruder kelahiran Sleman 49 tahun silam ini.

Menurut Bruder Mungsi, handphone android selalu menyita perhatian penggunanya untuk aktif di media sosial seperti facebook, twitter, instagram, path, dll, lalu lupa dengan lingkungan di sekitarnya. Jika sudah tidak terkendali lagi maka orang menjadi “anti sosial”. Ini bukan asumsi belaka. Jauh sebelum aturan wajib memakai handphone jadul diterapkan sudah terbukti bahwa anak asrama yang memakai handphone android cenderung asyik dengan dunianya sendiri.

“Waktu kosong tidak dipakai istirahat atau ngobrol dengan teman seasrama tapi ngobrol dengan teman-teman maya. Atau, kalau ada tamu nge-bell di depan pintu asrama yo ndak peduli karena masing-masing asyik dengan handphone-nya sendiri,” kata Bruder Mungsi. Peraturan handphone jadul tidak hanya berlaku bagi siswa-siswa asrama tetapi berlaku juga bagi para bruder pendamping.

Gaya Karmelit
Asrama Putra Dempo berada di bawah kelola bruder-bruder Ordo Saudara-saudara Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (Ordo Fratrum Beatissimæ Virginis Mariæ de Monte Carmelo/OCarm). Maka sudah sepantasnya spirit Karmelit sangat terasa dalam keseharian anak-anak asrama. “Penanaman nilai-nilai yang kami berikan sesuai dengan spiritualitas Karmelit yaitu doa, pelayanan dan persaudaraan,” kata Bruder Mungsi.

Penghuni Asrama Dempo belajar bareng. [HIDUP/A. Aditya Mahendra]
Penghuni Asrama Dempo belajar bareng.
[HIDUP/A. Aditya Mahendra]

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*