Artikel Terbaru

St Gregorius III: Paus Pejuang Melawan Ikonoklasme

St Gregorius III: Paus Pejuang Melawan Ikonoklasme
3 (60%) 2 votes

Paus Gregorius III juga mendukung penuh Bonifasius yang mengemban misi dari Paus Gregorius II di Eropa Utara, terutama di Jerman. Ia mengangkat Bonifasius sebagai Uskup Agung Jerman pada 732. Sebagai tanggapan atas dukungan Bapa Suci, tahun 737, Bonifasius bertandang ke Roma untuk ketiga kalinya. Ia melaporkan misinya di Jerman. Bapa Suci menanggapi dengan sangat antusias. Ia mengutus sepupu Bonifasius, Willibaldus untuk menemaninya bermisi di Jerman.

Selain Jerman, Bapa Suci mewujudkan amanat pendahulunya, Paus Gregorius I yang pernah berniat memberikan Keuskupan York sebagai metropolitan bagi wilayah Inggris Utara, seperti Canterbury yang menjadi metropolitan di wilayah Inggris Selatan. Pada tahun 735, ia meningkatkan status Keuskupan York menjadi Keuskupan Agung Metropolitan dan mengirimkanpallium kepada Mgr Egbert. Para Uskup Agung Canterbury pun dianugerahi pallium, seperti Mgr Tatwine pada 731 dan Mgr Nothelm pada 736.

Tekanan Lombardia
Selain berselisih dengan Kaisar Leo III, Paus Gregorius III mendapat ancaman dari Bangsa Lombardia. Maka ia melanjutkan proyek restorasi Tembok Roma yang telah dimulai pendahulunya. Raja Lombardia, Liutprand (712-744) sangat agresif dalam usaha menaklukkan Roma. Raja Liutprand berusaha menundukkan Spoleto dan Benevento. Karena sudah menjadi pendukung Paus dalam hal perlawanan pada ikonoklasme, Pangeran Spoleto meminta bantuan Bapa Suci. Paus akhirnya meminta bantuan Bangsa Franks untuk bersekutu melawan Liutprand. Lalu Charles Martel pun turun tangan. Dialah penguasa Austrasia (715-741) serta Neustria dan Burgundi (718-741), yang baru saja menuai kemenangan melawan tentara Islam di wilayah Eropa Barat. Relasi yang dimulai Paus Gregorius III inilah yang dinilai menjadi cikal bakal hubungan baik antara Roma dan Bangsa Franks di kelak kemudian hari.

Di tengah kecamuk seteru melawan Raja Lombardia, Paus Gregorius III wafat pada 28 November 741. Jazadnya dimakamkan di Oratorium St Perawan Maria di Basilika St Petrus yang ia bangun sebagai tonggak perlawanan kepada kaum ikonoklas. Peninggalannya yang lain adalah restorasi Biara St Chrisogonus serta Biara St Sergius dan Bacchus di dekat Basilika St Petrus.

Berkat jasa yang besar melawan ikonoklasme dan perjuangan mempertahankan supremasi Takhta St Petrus, praktik penghormatan kepada mendiang Paus Gregorius III berlangsung dalam Gereja. Ia dianggap sebagai orang kudus dan diberi gelar Santo. Gereja mengenangkan Paus Pejuang Melawan Ikonoklasme ini tiap 28 November, sesuai dengan tanggal kala ia wafat.

R.B.E. Agung Nugroho

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 6 Tanggal 7 Februari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*