Artikel Terbaru

Pelayan yang Setia dan Rendah Hati

Pelayan yang Setia dan Rendah Hati
1 (20%) 1 vote

Tahun 1968, Fr Suharyo lulus dari Seminari Mertoyudan. Kemudian ia melanjutkan ke Seminari Tinggi Kentungan Yogyakarta hingga 1976. Ia ditahbiskan menjadi imam Keuskupan Agung Semarang (KAS) oleh Justinus Kardinal Darmojuwono pada 26 Januari 1976 di Kapel St Paulus Kentungan. Setahun kemudian, ia melanjutkan studi di Universitas Urbaniana, Roma, Italia. Setelah sembilan bulan menjadi pastor pembantu di Paroki St Yusuf, Bintaran, Yogyakarta.

Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang pernah satu “kos-kosan” di Collegio San Paolo, Roma pada 1977-1979. Romo Petrus Turang lebih dulu datang pada 1975 untuk studi di Fakultas Sosiologi Universitas Gregoriana. Romo Suharyo datang pada 1977 untuk belajar di Fakultas Teologi Kitab Suci, Universitas Urbaniana.

“Saya hanya sebentar bersama Mgr Suharyo. Bertemu dengannya hanya sebentar-sebentar, belajar juga sendiri-sendiri karena kami beda jurusan,” ungkap Mgr Turang. Meski demikian mereka kadang ke perpustakaan bersama.

“Mgr Suharyo itu sosok yang tenang, sederhana, dan suka menolong. Waktu awal dia datang ke Roma, dia membantu saya mengetik tesis. Ya… waktu itu dia belum terlalu banyak kegiatan. Dia itu seorang imam yang baik. Yang paling istimewa menurut saya kesederhanaannya. Juga dia berbela rasa, tidak mau menonjol,” ujar Mgr Turang.

Turang bertemu kembali dengan Romo Suharyo saat pertemuan imam diosesan, UNIO di Pulomas, Jakarta. “Itu sekitar 1982/1983. Waktu itu ada pemilihan dari umat siapa romo yang paling tampan dan Romo Suharyo yang terpilih,” kenangnya.

Supir Handal
Usai meraih doktor dalam bidang teologi Kitab Suci dengan predikat summa cumlaude pada 1981, Romo Suharyo mulai mengajar sebagai dosen. Pada 1981 ini, Romo M. Purwatma mulai mengenal sosok Romo Suharyo. Romo Purwatma merupakan frater tingkat empat ketika itu. Sepuluh tahun kemudian Romo Purwatma dan Romo Suharyo sama-sama menjadi dosen di Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*