Artikel Terbaru

St Regina: Dihukum Mati oleh Ayahnya Sendiri

St Regina: Dihukum Mati oleh Ayahnya Sendiri
3 (60%) 2 votes

Menolak Pinangan Selama pawai berlangsung, penduduk kota hanyut dalam eforia pesta. Mereka menyemut di jalanan. Regina berada dalam kerumunan, berdiri paling depan dan ikut menikmati pawai. Acara itu dilanjutkan dengan penghormatan kepada dewa-dewi. Regina diajak ayahnya mengikuti upacara itu. Namun, ia tolak dengan tegas. Ia menjelaskan, dirinya tak mau menyembah berhala karena telah bernazar demi Yesus. Ia bercita-cita mempersembahkan dirinya hanya bagi Tuhan semata.

Penolakan itu membuat Klemens naik pitam. Apalagi ia segera tahu bahwa Regina telah memeluk agama Kristen. Alhasil, sang ayah tak sudi mengakui Regina sebagai anak kandung dan mengusirnya.

Tak ada pilihan lain, Regina kembali ke rumah Natalie. Natalie amat bangga dengan keberanian Regina menolak ajakan ayahnya untuk menyembah berhala. Demi melindungi putri kesayangannya, Natalie menitipkan Regina di rumah saudaranya yang mengelola peternakan di sebuah pegunungan di Perancis.

Regina membantu menggembalakan ternak milik saudara Natalie. Di waktu luang, ia mencari tempat sepi agar dapat berdoa sepuas-puasnya. Regina berkembang menjadi gadis dewasa dan bertambah cantik. Banyak orang tertarik pada kecantikan Regina dan berusaha mengambil hatinya, tak terkecuali pembesar Galia, Olybrius. Sang prefek jatuh hati pada pandangan pertama. Ia melihat Regina ketika sedang menggembalakan ternak.

Olybrius, seorang Jendral Pasukan Romawi yang suka berperang, begitu tertarik pada keelokan paras Regina. Ia berusaha untuk meminangnya dengan harapan menjadikan Regina sebagai istri.

Mendengar bahwa Prefek Galia Jatuh hati pada Regina, Klemens pontang-panting mencari Regina dan mengakui kembali sebagai anak kandungnya. Ia yakin, kekuasaannya menjadi lengkap kala mempunyai menantu orang nomor satu di Galia. Ketika bertemu Regina, ia membujuknya agar mau menerima pinangan Olybrius. Namun dengan tegas, Regina menampik dengan keras semua rayuan sang ayah –apalagi Olybrius seorang penyembah berhala. Klemens naik pitam, kesabaran dan wibawanya tak dihargai.

Olybrius lama-kelamaan tahu bahwa Cintanya ditolak mentah-mentah oleh Regina. Ketika cinta ditolak, kekuasaan pun bertindak. Ia segera memerintahkan para pengawalnya untuk membawa Regina. Gadis itu diciduk dan dijebloskan ke dalam penjara. Saat itu, usianya baru 15 tahun.

Mahkota Kemartiran Di balik jeruji besi, Regina menerima Siksa fisik dan psikis. Teror setiap saat datang silih berganti. Dua tangannya dirantai. Begitupun dengan dua kakinya. Rambutnya disisir dengan sisir yang terbuat dari besi. Bahkan, ia dipaksa duduk dalam kuali panas. Makanannya hanya roti kering dan air putih. Segala upaya –mulai dari yang lembut hingga tindak kekerasan– terus dicoba untuk meluluhkan kekerasan hati Regina. Alih-alih tunduk, Regina semakin keras menolak. Imannya tak goyah sedikitpun. Sikap ini kian memperpendek sumbu kesabaran Olybrius.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*