Artikel Terbaru

SABDA Merajut Toleransi

SABDA Merajut Toleransi
Mohon Beri Bintang

John juga menyaksikan ketika Romo Antonius Suyadi memimpin Misa bagi peserta Katolik. Romo Yadi memperbolehkan peserta non Katolik menyaksikan Misa. “Hal semacam ini sangat bagus untuk merajut kebersamaan dalam perbedaan,” kata John.

Berujung Toleransi
Selang beberapa waktu usai belajar di SABDA, alumni melibati kegiatan lintas agama. Lili mengadakan kunjungan persahabatan ke beberapa kota besar di Indonesia. Ia mengunjungi rumah ibadah pelbagai agama dan berdialog dengan pemuka agama.

Lili juga mengoordinasi anak-anak yatim piatu dari Nur Jannah untuk hadir di perhelatan Bazar Women Internasional Club di Jakarta Hall Convention Center yang diikuti 50 negara. Ia pun pernah menjadi relawan kemanusiaan di salah satu organisasi sosial nirlaba yang menyalurkan kursi roda bagi anak-anak lumpuh layu di pelosok-pelosok desa terpencil. “Saya juga mengikuti Ikrar Kesatuan Tekad Tolak Narkoba, Radikalisme, dan Terorisme yang diadakan di Lapangan Banteng dari semua unsur agama yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Gema SABDA juga berhembus di kalangan Khonghucu. Lilyani Lontoh mengungkapkan, saat acara hari lahir Agama Khonghucu, ia mengundang beberapa tokoh agama lain, termasuk alumni SABDA. Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia Provinsi DKI Jakarta ini menambahkan, “Pada 24 Desember mendatang, kami akan mengadakan aksi donor darah dan melibatkan semua orang dari berbagai agama.” Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan bisa membangun hubungan yang erat tanpa melihat perbedaan agama.

Lilyani sering menggelar bakti sosial dan seminar untuk membina kerukunan antaragama, terutama di kalangan muda. “Dengan seringnya kita bergaul lintas agama, suku, ras, dan golongan, kita merangkai persaudaraan dan tak ada yang menyakiti, justru melindungi dan menjaga,” ungkapnya.

Alumni SABDA lainnya juga giat mengkampanyekan toleransi di lingkungan dan komunitas masing-masing. Bob menjelaskan, toleransi bisa dimulai dari pergaulan sehari-hari. “Keterbukaan dan kemauan untuk mengenal hal-hal yang baru di luar agama dan diri kita adalah pintu-pintu toleransi,” ujar Bob.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*