Artikel Terbaru

Berjumpa Tuhan di Tempat Kerja

Berjumpa Tuhan di Tempat Kerja
3 (60%) 2 votes

Suatu hari, ia mendapat informasi dari seorang teman bahwa ada komunitas yang mengadakan Misa Jumper pada jam istirahat makan siang. “Teman itu bilang, kalau di Menara Mandiri Sudirman ada Misa Jumper. Saya senang karena itulah tempat paling mungkin terjangkau dari tempat saya bekerja,” imbuh Fransisca. Dari situlah kebiasaan ikut Misa Jumper yang sempat hilang ditemukan kembali. Sekarang Fransisca rutin mengikuti Misa Jumper.

Soal ujub di Misa Jumper, Fransisca punya pengalaman unik. Suatu kali, saat ia masih bekerja di divisi penjualan, ia dituntut mencapai target tinggi. Maka Fransisca pun membawa tugas itu dalam doa di Misa Jumper. Syukurlah, tugas itu akhirnya bisa ia jalankan dengan baik.

Kata Romo
Jumat pertama November lalu, Romo Herybert Fred Yabid Bora CSsR memimpin Misa Jumper di Mayapada Tower. Ia sangat mengapresiasi semangat dan niat orang-orang yang menyediakan waktu untuk mengikuti Misa Jumper. “Bagi saya, mereka bukan lagi menyisihkan waktu, tapi menyediakan waktu khusus untuk merayakan Ekaristi. Beberapa kali memimpin Misa Jumper di perkantoran, saya menangkap semangat yang luar biasa itu,” ujar imam asal Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang sedang menunggu visa untuk berangkat ke tanah misi.

Ia membandingkan, di daerah asalnya, orang Katolik menganggap parayaan Ekaristi sebagai hal yang biasa-biasa saja. Jika ada tugas atau pekerjaan lain, Ekaristi diabaikan. Sementara di Jakarta, justru orang berusaha merayakan Ekaristi di sela-sela kesibukan. “Misa Jumper memang diadakan untuk menghormati Hati Kudus Yesus yang Mahakudus. Tetapi lebih dari itu, yang ingin saya katakan adalah semangat umat di sini untuk merayakan Ekaristi sungguh luar biasa,” ujar Romo Hery.

Pada hari yang sama, Romo Robert Agung Suryanto OFM juga mempersembahkan Misa Jumper di Gedung Plaza Kuningan. Misa ini dimotori Komunitas Katolik Danamon. Romo Agung juga mengapresiasi semangat komunitas ini. “Mengambil waktu di sela-sela kesibukan untuk mengikuti Misa Jumper menunjukkan bahwa kecintaan mereka terhadap Ekaristi sangat tinggi. Ini sangat positif karena mereka mampu menggunakan waktu istirahat untuk Misa,” ujar Kepala Paroki St Paskalis Cempaka Putih ini.

Ada berbagai alasan seseorang setia mengikuti Misa Jumper. Sejatinya, Misa bukan saatnya minta-minta kepada Tuhan lewat doa, tetapi mensyukuri rahmat dan belas kasih Allah yang senantiasa membanjiri kehidupan manusia.

Christophorus Marimin
Laporan : Stefanus P. Elu/Yusti H.Wuarmanuk/Marchella A. Vieba

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 49 Tanggal 4 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*