Artikel Terbaru

Beata Elizabeth C M: Setia Mencintai Suami Meski Dikhianati

Beata Elizabeth C M: Setia Mencintai Suami Meski Dikhianati
1 (20%) 1 vote

Elizabeth begitu mensyukuri masa-masa bulan madu mereka. Hidup seakan milik berdua. Tak ada benci dan dendam. Semua berhias canda dan sukacita. Baginya, perkawinan adalah momen sakral yang tak bisa dipermainkan. Biduk rumah tangga ini dikaruniai empat anak. Namun, dua anak pertama mereka meninggal kala masih bayi. Dua anak yang lain –Luciana dan Marianna–tumbuh dalam kasih sayang sang bunda.

Sebagai istri pengacara, Elizabeth melayani dan memperhatikan segala kebutuhan sang suami. Cristoforo begitu sibuk menangani berbagai kasus. Elizabeth pun kian bangga akan dedikasi suaminya, yang ikut meringankan beban orang lain.

Sayang kebahagiaan itu terenggut. Selang beberapa tahun, tabiat buruk Cristo foro muncul. Saking sibuknya, Cristoforo mulai jarang pulang dengan banyak alasan. Elizabeth pun mulai curiga. Desas-desus mengatakan, Cristoforo berselingkuh.

Ternyata isu itu terbukti benar. Cristoforo berselingkuh dengan perempuan muda yang jauh lebih cantik dari Elizabeth. Elizabeth terpukul. Ia tak menyangka orang yang sangat ia cintai dan percayai tega mengkhianatinya.

Tetap Setia
Peristiwa itu membuat Elizabeth mulai hidup susah. Ekonomi keluarga jadi morat-marit. Cristoforo tak lagi memenuhi tanggungjawab sebagai suami yang harus menafkahi istri dan dua buah hatinya. Ia lebih sering menghabiskan waktu dan uang dengan pacar gelapnya. Elizabeth pontang-panting mencari nafkah untuk dua putrinya. Ia mengerjakan apa saja, asal dua putrinya bahagia.

Sementara, Cristoforo mulai mengikuti cara hidup pacar gelapnya. Ia menjadi penjudi, sering mabuk dan meninggalkan hutang di sana-sini. Melihat hal itu, Elizabeth justru tergerak untuk menyelamatkan sang suami. Ia selalu mengajak dua putrinya berdoa bagi ayah mereka.

Pelan-pelan, satu demi satu, Elizabeth melunasi hutang-hutang suaminya. Ia menjual semua perhiasan, termasuk cincin kawin untuk menebus hutang sang suami. Meski begitu, perlakuan Cristoforo kian tak terkendali. Saat pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, ia sering bertindak kasar pada Elizabeth. Christoforo selalu memaki, mengumpat, bahkan meludahi dan memukuli istrinya. Kala suaminya bertindak kasar, Elizabeth selalu membalas dengan senyum dan berkata, “Aku yakin, suatu hari kamu akan merayakan Misa bersamaku.”

Pertobatan Suami
Hari demi hari berlalu. Elizabeth mencoba menata lagi puzzle hidup keluarga yang berantakan. Ia ingin bangkit dari keterpurukan. Ia pun mencari kesibukan lain dengan melayani kaum miskin di Roma. Ia masih menyimpan hasrat untuk bisa melayani kaum miskin.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*