Artikel Terbaru

Maria Renata Andajani: Bekal Iman Anak-Anak

Maria Renata Andajani: Bekal Iman Anak-Anak
3 (60%) 2 votes

Anak-anak yang didampingi Renata dalam bina iman anak. [NN/Dok.Pribadi]
Anak-anak yang didampingi Renata dalam bina iman anak.
[NN/Dok.Pribadi]
Kejadian lain yang kerap tampak di gereja, usai Misa, umat buru-buru pulang. Ada juga umat yang langsung ngacir setelah Komuni. Memang kesempatan berkumpul bersama keluarga penting, tapi jangan sampai menutup rapat-rapat pintu komunikasi dan relasi dengan orang lain. Perkembangan sosial anak juga penting, ini untuk bekal kehidupannya kelak.

Keluarga ke gereja, selain untuk mengungkapkan iman, juga berkesempatan untuk bertemu dengan keluarga-keluarga lain. Dalam setiap perjumpaan selalu ada peneguhan. Manfaat itulah yang sanggup memberi kekuatan bagi keluarga lain.

Perjalanan yang Renata lalui selama mendampingi anak-anak tak selalu berjalan mulus. Ada kalanya ia dan tim harus melintasi jalan bebatuan. Beberapa kali mereka harus mengelus dada karena orangtua tak “mengirim” anak-anak untuk ikut BIA. Padahal ia dan tim sudah menyiapkan berbagai model pendampingan untuk anak-anak, seperti paduan suara, menggambar, dan berbagai jenis permainan.

Kekecewaan Renata segera luruh begitu melihat anak-anak berkumpul kembali. Kepolosan dan keceriaan mereka mengusir penat dan gundah di hatinya. Dalam hati bergelayut harapan agar anak-anak yang ia dampingi mau melanjutkan pendampingan hingga remaja. Tentu harapan Renata ini ditunjukan kepada orangtua mereka.

Campur Tangan
Renata sadar, segala pelayanannya untuk anak-anak hingga sejauh ini berkat campur tangan Tuhan. Jika bukan Dia, tak mungkin ia berkanjang dengan karya di tengah anak-anak hingga sekarang. Ia juga mengakui, dukungan sang suami amat membantu karyanya. Sang suami senantiasa antar-jemput Renata di tiap kegiatan.

Ia pun mengakui karyanya ini sebagai bagian dari rencana Tuhan. Kala anak semata wayangnya tinggal di asrama untuk melanjutkan pendidikan menegah atas, Renata hanya tersenyum dan berkata singkat, “Mungkin Tuhan menginginkan saya mendampingi anak-anak lebih banyak lagi.”

Christophorus Marimin

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 50 Tanggal 11 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*