Artikel Terbaru

Beato Marie-Eugène Grialou dari Kanak-kanak Yesus (1894-1967): Pelindung Institut Sekulir

Beato Marie-Eugène Grialou dari Kanak-kanak Yesus (1894-1967): Pelindung Institut Sekulir
1 (20%) 1 vote

Hendri menjalani hari-hari studi seperti para seminaris lainnya. Ia sangat mengagumi tulisan para kudus Karmelit. “Allah berbicara kepada kita secara langsung dan jelas. Ini pengalaman langka dan hanya sebagian orang yang mampu menangkap misteri Allah,” tulisnya kepada adik bungsunya. Hendri lalu menjalani studi di Biara OCD di Avon. Pada 11 Maret 1923, ia mengikrarkan kaul kekal dan menerima nama biara Marie-Eugène dari Kanak-kanak Yesus; dan ditahbiskan menjadi imam pada 4 Februari 1922.

Institut Sekulir
Imam OCD ini menghabiskan hidupnya dalam doa dan kontemplasi. Kekagumannya mencapai puncak ketika Sr Theresia Lisieux dibeatifikasi pada 29 April 1923. “Hari ini menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupku,” ungkapnya. Peristiwa iman ini dipandang Pastor Eugène sebagai dorongan memperdalam spiritualitas Karmelit.

Dalam berbagai kesempatan ketika memberi kesaksian, Pastor Eugène selalu mengatakan ingin mendirikan sebuah biara. Ia lalu mendirikan Institut Sekulir Our Lady of Life atau Notre Dame de Vie (NDV) di Venasque–salah satu kota di teritori yurisdiksi Keuskupan Agung Avignon, Perancis. Institut ini didirikan pada Hari Raya Pentakosta 1929.

Semula, anggotanya tiga orang. Lalu Pastor Hendri menyusun konstitusi yang mendulang spiritualitas dari Karmelit. NDV pun terus berkembang. Pastor Hendri setia mendampingi dan tekun dalam doa kontemplatif bersama para pengikutnya. “Saya minta kepadamu untuk terus melihat ke bawah dengan semangat Ilahi agar semakin banyak jiwa yang selamat,” pesannya kepada para gadis, calon anggota NDV.

Pastor Hendri setia mengarahkan para susternya hingga wafat pada 1967. “Pastor Eugène adalah pribadi yang rendah hati. Dia datang dari keluarga yang taat imannya,” ujar Uskup Rodez-Vabres Mgr François Marie Aimé Marius Fontlupt. Para suster NDV pun terus melanjutkan karya mereka, mulai dari Perancis ke seluruh Eropa, Afrika hingga ke Asia, khususnya di Filipina.

Setelah wafat, jazad Pastor Eugène dimakamkan di dekat biara. Sejak itu, makamnya tak pernah sepi dari peziarah. Mereka datang untuk berdoa dengan membawa berbagai ujub. Banyak mukjizat terjadi. Salah satunya dialami oleh seorang bocah asal Perancis yang lahir dengan kista di leher. Selama 11 hari, ia menjalani operasi, tapi tak kunjung sembuh. Ibunya lalu berdevosi kepada Pastor Eugène. Bertepatan dengan hari terakhir novenanya, anak itu menjadi sembuh seketika.

Mukjizat ini menjadi “jalan tol” untuk proses penggelaran kudus Pastor Eugène. Ia digelari Venerabilis pada 19 Desember 2011 oleh Paus Benediktus XVI, dan dibeatifikasi oleh Paus Fransiskus pada 4 Maret 2016. Misa Beatifikasi dipimpin Prefek Kongregasi Penggelaran Kudus, Kardinal Angelo Amato SDB di Keuskupan Agung Avignon, Perancis. Beato Marie-Eugène Grialou dikenang sebagai pelindung Institut Sekulir.

Yusti H. Wuarmanuk

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 50 Tanggal 11 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*