Artikel Terbaru

Kaderisasi, Konsolidasi Fokus Pemuda Katolik

Kaderisasi, Konsolidasi Fokus Pemuda Katolik
1 (20%) 1 vote

Mantan Ketua Bidang Iptek Presidium Pusat ISKA 2010-2013 ini juga menyebutkan beberapa tantangan bangsa yang menjadi perhatian serius PK. Misal soal semangat kebangsaan, gotong royong dan solidaritas sebagai bangsa Indonesia yang semakin terkikis dan dikalahkan oleh kepentingan kelompok dengan label nama suku dan agama. “Kebebasan dalam beribadah dan mendirikan tempat beribadah juga diberangus oleh tekanan kelompok-kelompok tertentu,” ujarnya.

Menurut Karol, pemerintah sering tunduk pada tekanan kelompok tertentu dan mengabaikan prinsip-prinsip keadilan dan persatuan sebagai bangsa Indonesia. “Melalui kader Pemuda Katolik yang aktif di berbagai partai politik, kami mendorong agar keprihatinan tersebut senantiasa dapat di suarakan. Melalui bidang politik, kita berupaya ikut merumuskan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar putri sulung Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis ini.

Bicara soal lingkungan hidup, Karolin juga menyinggung ensiklik “Laudato Si”. Anggota Presidium Pengembangan Organisasi PMKRI Cabang Jakarta Pusat 2005-2006 ini menilai, penyakit konsumerisme dan pembangunan yang dilakukan telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan pemanasan global, ia berjanji, PK akan merespon seruan Paus Fransiskus dalam program-program kerja baik di tingkat Pengurus Pusat Komda dan Komcab. Melalui organisasi, PK ingin meningkatkan kesadaran para kader PK untuk ikut me lestarikan lingkungan dan mencegah berbagai kebijakan pe merintah yang berakibat pada perusakan lingkungan.

Fokus Berbenah
Senada dengan Karolin, Sekjen PK Christopher Nugroho juga merencanakan bahwa gerak PK ke depan akan diarahkan kepada pembangunan tradisi baru dimana pengelolaan organisasi harus berbasis pada data, meliputi data anggota dan kegiatan. “Intinya, perencanaan program harus berdasarkan pada kondisi riil organisasi. Jadi mengelola organisasi bukan berdasar selera atau kepentingan orang per orang saja,” ungkap Christ-sapaannya, via telepon Selasa, 22/12.

Anggota Komisi Antaragama dan Kemasyarakatan, Keuskupan Agung Jakarta ini menilai, pro gram-program PK selama ini belum di rasakan manfaatnya oleh kaum muda Kato lik. Selain karena geliat organisasi yang tidak tampak, generasi muda saat ini memiliki minat dan bakat yang beragam yang tidak semuanya bisa disalurkan lewat PK. “Kami melihat sejumlah hal strategis kiranya tepat dikembangkan dalam wadah Pemuda Katolik, misalnya minat dan bakat: jurnalistik, kewirausahaan, ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, politik dan hukum,” ujar Wakil Ketua Ikatan Sarjana Katolik (Iska), DKI Jakarta 2004-2007 ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*