Artikel Terbaru

Pemuda Katolik 70 Tahun: Menguatkan Spirit Kristianitas

Pemuda Katolik 70 Tahun: Menguatkan Spirit Kristianitas
1.5 (30%) 2 votes

Implementasi dan manifestasinya dilakukan melalui menata struktur kekuasaan negara serta membersihkan elemen-elemen yang dapat mengakibatkan pembusukan terhadap lembaga-lembaga negara dan pemerintahan. Oleh sebab itu keterlibatan politik para kader PK tidak hanya berkisar kepada kesibukan internal melainkan harus berani menghadapi dan terjun dalam wilayah yang penuh dengan kontroversi. Kader-kader PK harus dapat memberikan pencerahan pada saat berhadapan dengan pilihan politik yang tidak hitam–putih, tetapi opsi yang pilihannya sering antara yang kurang buruk dan lebih buruk.

Kedua, PK harus berorientasi “Outward Looking” dalam memperjuangkan kepentingan umum. Artinya, perjuangan harus dilakukan bersama dengan kekuatan masyarakat sipil lainnya agar mempunyai efektivitas yang maksimal. Identitas Katolik tidak boleh membelenggu kiprah PK dalam jebakan eksklusivitas. Sebaliknya, identitas Katolik justru harus mendorong kader-kader PK bergandengan tangan dengan kekuatan masyarakat lainnya yang bertujuan membebaskan rakyat dari segala jenis penderitaan.

Konsolidasi kekuatan pada tataran masyarakat, civil society, sudah mendesak dilakukan untuk membangun “Kekuatan Tanding” yang efektif. Kekuatan itu diperlukan guna mengimbangi kekuatan lembaga-lembaga politik dan negara yang sangat korup sehingga elit penguasa lumpuh, tidak mempunyai greget melakukan pembenahan tatanan kekuasaan yang carut-marut. Tanpa kekuatan tanding, gagasan cemerlang yang bertaburan dalam masyarakat yang dapat menghadirkan roh demokrasi menjadi mubazir. Kekuatan tanding inilah yang dapat memaksa elit politik yang “Sesat Niat” menjadi “Sadar Niat” agar dalam mengelola kekuasaan benar-benar berorientasi kepada kepentingan rakyat.

Sementara itu yang tidak kalah pentingnya adalah kepedulian Gereja Katolik terhadap Organisasi Massa (Ormas) Katolik, khususnya PK. Peran Gereja Katolik yang jauh lebih penting adalah memperkuat “Iman Perjuangan” mereka agar tetap tegak lurus dengan semangat kristianitas dalam dunia yang semakin didominasi oleh kenikmatan ragawi. Gereja bukan hanya karena identitas kekatolikan yang melekat pada organisasi tersebut, dan oleh sebab itu secara kanonik terikat dengan institusi yang selalu disucikan itu.

Ranah kekuasan negara sangat perlu mendapatkan kehadiran semangat kristiani mengingat daya tahan manusia yang berkubang di area kekuasaan menghadapi godaan serta daya pikat berupa nikmat dan pesona kekuasaan yang amat sulit ditaklukkan. Mengalahkan nafsu kuasa memerlukan kemauan dan latihan yang sangat keras serta membangun sistem yang mampu mencegah perilaku yang menyalahgunakan kekuasaan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*