Artikel Terbaru

Romo Yohanes Rasul Edy Purwanto: Saya Siap Diutus

Romo Yohanes Rasul Edy Purwanto: Saya Siap Diutus
1.5 (30%) 2 votes

Dua periode atau enam tahun Romo Edy menjabat Sekretaris Komisi Kerawam. Namun pada pengujung periode kedua, November 2010, berdasarkan hasil pemungutan suara para Uskup, memilih Romo Edy menjadi Sekretaris Eksekutif KWI. Tugas baru itu mulai ia geluti sejak Desember 2010.

Tanggung jawab dan perannya semakin luas. Sebagai Sekretaris Eksekutif KWI, menurutnya, menjadi delegasi para uskup, terutama jika ada kegiatan di Jakarta, sebab banyak Uskup tinggal dan berkarya di Keuskupan masing-masing. Selain itu, Sekretaris Eksekutif KWI menjalankan fungsi koordinasi dengan komisi, departemen, lembaga, dan sekretariat yang berada di bawah Presidium KWI. Saat ini ada 13 komisi, satu lembaga, empat departemen, dan satu sekretariat. Ada sekitar 75 karyawan di kantor KWI.

Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Eksekutif KWI, ia berusaha agar seluruh penghuni kantor KWI sungguh-sungguh terbuka dalam pelayanan dan sinergi di antara komisi, lembaga, departemen, dan sekretariat. Langkah konkret Romo Edy adalah mengintensifkan seluruh bagian dalam kerja berdasarkan rumpun, misal rumpun pembinaan terdiri dari Komisi Seminari dan Keluarga. Ia tak menampik, meski cara itu telah dilakukan namun sinergitas karya masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan.

Siap Berangkat
Setelah dua periode menjadi Sekretaris Eksekutif KWI, tahun depan Romo Edy kembali ke Keuskupan Agung Semarang. “Rumah” itu telah ia tinggalkan hampir sebelas tahun. Pada Januari nanti akan digelar serah terima jabatan kepada Sekretaris Eksekutif KWI yang baru, Romo Siprianus Hormat. “Saya siap berangkat. Sebagai imam saya tak membawa banyak apa-apa, hanya pakaian,” ungkapnya.

Tugas barunya telah di depan mata. Ia akan kembali melayani Paroki. Namun sebelum itu, putra sulung pasangan Damiana Tukinah Siswowiharjo dan Paulus Sumijo Siswowiharjo ini, akan menjalani masa inkorporasi atau pengenalan kembali pastoral di Keuskupan Agung Semarang. “Saya tak berani mengatakan sekarang. Kemarin (soal penempatan-Red) masih digodog lagi. Khawatir ada perubahan,” ucapnya. “Saya berharap tetap pada prinsip awal, memberikan diri apa adanya dan mengembangkan apa yang Tuhan berikan kepada saya untuk keperluan masyarakat dan Gereja,” demikian Romo Edy.

Yanuari Marwanto

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 51 Tanggal 18 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*