Artikel Terbaru

St Genesius dari Roma (Abad III): Kesaksian dari Atas Panggung

St Genesius dari Roma (Abad III): Kesaksian dari Atas Panggung
2.5 (50%) 2 votes

Genesius semakin mendapat angin segar, sebab Diocletianus akan singgah di Heliopolis. Saat itu bersamaan dengan perayaan 20 tahun masa pemerintahan Diocletianus. Masyarakat merias kota menyambut kedatangan sang penguasa. Berbagai acara pun dipersiapkan. Pucuk dicinta ulam pun tiba bagi Genesius.

Ia ingin mementaskan sebuah parodi untuk menelanjangi keyakinan orang orang Kristen. Genesius sadar, orang-orang Roma lebih keranjingan menyaksikan parodi ketimbang drama. Mereka tak suka kisah yang mendayu-dayu, tapi gandrung menyaksikan pertunjukan jenaka, apalagi orang-orang Kristen menjadi bahan banyolan aksinya nanti. Pasti amat menghibur dan banyak keutungan yang ia petik.

Genesius harus berpura-pura ingin menjadi orang Kristen demi mengumpulkan segala informasi soal ritual, tradisi, dan iman orang-orang Kristen. Hal ini untuk membantunya saat menyusun skenario pertunjukan nanti. Pilihannya amat berisiko, bila orang Kristen tahu maka misinya gagal. Pun kalau aksinya terendus oleh antek-antek Diocletianus, nyawanya melayang.

Peran Ciamik
Genesius lihai mengelabuhi mata banyak orang. Penyamaran dan niat busuknya tak terendus siapa pun. Setelah mendaftar menjadi calon katekumen, Genesius akhirnya dibaptis. Saat pembaptisan, kesadaran dan daya kreatifitasnya menyeruak. Ritual itu bisa menjadi skenario parodinya.

Air, materi pembaptisan, bagi umat Kristen menjadi simbol pembersihan dari segala dosa. Bagi orang Roma, zat cair  itu merupakan unsur yang begitu akrab dengan mereka. Orang-orang Roma suka membersihkan diri dan berendam di akuaduk sambil bercengkerama.

Sebagai baptisan baru, Genesius memperdalam informasi Pembaptisan dari para guru agama. Begitu informasi yang dikumpulkan untuk bahan parodinya dirasa memadai, Genesius kembali ke kehidupan “normal”. Ia mengumpulkan para koleganya. Genesius menjelaskan, melatih, dan memberikan instruksi secara detail peran serta dialog kepada para pemain.

Hari pementasan pun tiba. Amphiteater Heliopolis tumpah ruah penonton. Di bangku paling depan duduk Kaisar Diocletinus. Pada adegan pembuka, Genesius terbaring di atas tempat tidur. Tubuhnya layu seakan mau mati. Sebelum dijemput maut, ia meminta dibaptis dan meninggal sebagai orang Kristen.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*