Artikel Terbaru

St Genesius dari Roma (Abad III): Kesaksian dari Atas Panggung

St Genesius dari Roma (Abad III): Kesaksian dari Atas Panggung
2.5 (50%) 2 votes

Seorang pemain yang berperan sebagai imam tampil di atas panggung. Ia datang sambil membawa properti pembaptisan, antara lain: wadah berisi air dan kain putih. Begitu sang imam menuangkan air di atas kepala Genesius, seketika itu ia mendapat visiun (penglihatan rohani). Ia melihat langit terbuka dan keluar seorang malaikat sambil memegang sebuah buku. Buku itu berisikan daftar dosa yang Genesius perbuat selama hidup. Tapi semua dosa itu luruh tersapu air.

Kejadian itu menjadi titik balik hidup dan keyakinannya. Di tengah pementasan, ia berkata lantang mengakui segala kesalahan, termasuk rencana untuk menistakan agama Kristen. Ia tak lagi menyembah dewa-dewi Pagan, tapi hanya bertelut di hadapan Tuhan, dan mengakui Yesus Kristus sebagai Pemimpin dan Juru Selamatnya.

Rekan-rekannya dan para penonton terbahak-bahak mendengar kesaksian iman Genesius. Mereka pikir, kejadian itu bagian dari pementasan. Tapi situasi berubah 180 derajat, saat Genesius meminta Diocletianus dan seluruh orang di amphiteater itu mengikuti imannya. Kaisar berang, ia meminta para serdadu menggelandang sang aktor ke dalam penjara.

Mirip Paulus
Genesius mendapat siksa keji selama berada dalam bui. Ia bisa bebas asal menyangkal iman kepada Kristus. Alih-alih mengikuti kehendak penguasa, ia justru makin mantap bersaksi soal keyakinannya, “Tiada raja lain selain Kristus. Jika saya harus menderita bagi-Nya sampai harus mati seribu kali, kalian tidak akan pernah dapat menekan saya, baik mulut saya maupun hati saya. Kaisar kalian hanyalah manusia fana. Saya takkan mengikuti kehendak Diocletianus, yang pemerintahannya akan segera berakhir dengan sia-sia. Saya hanya setia kepada Allah”.

Genesius wafat dengan cara dipenggal. Umat Kristiani membawa dan memakamkan jenazah Genesius di Pemakaman St Hippolytus, Via Tiburtina, Roma. Begitu berakhir masa represi terhadap umat Kristen, jasadnya dipindahkan ke Gereja San Giovanni della Pigna, dekat Pantheon. Berkat keberanian dan kesaksian imannya, Paus Gregorius III (690-741) menggelarinya kudus sekitar tahun 741.

Sejumlah sumber menyandingkan kisah hidup St Genesius dengan St Paulus. Mereka yang semula antipati kepada orang-orang Kristen, justru berbalik getol membela dan mengakui iman sebagai pengikut Kristus. Gereja mengenang patron para pemeran drama, komedian, aktor dan aktris, serta para pekerja seni ini tiap 25 Agustus.

Yanuari Marwanto

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 51 Tanggal 18 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*