Artikel Terbaru

“Pesta Keluarga” Bersama Kaum Papa

“Pesta Keluarga” Bersama Kaum Papa
1 (20%) 1 vote

Kasih Nir Batas
Selain di Jakarta, Komunitas Sant’Egidio di daerah lain juga menyelenggarakan “Makan Siang Natal”, antara lain Yogyakarta, Kupang, Padang, Medan, Pontianak. Penanggung jawab Komunitas Sant’Egidio Kupang, Lusia Lero Maya Sari mengatakan, “Makan Siang Natal” di Kupang pertama kali diadakan pada 2004 bersama anak-anak Sekolah Damai Noelbaki. Tahun 2009, mereka memperluas pelayanan bagi oma dan opa di Panti Jompo Budi Agung Kupang. Mereka mengundang oma dan opa yang mereka layani di “Makan Siang Natal”.

Tahun 2015, “Makan Siang Natal” diadakan di Aula St Yosef Naikoten, Kupang. Hadir sekitar 250 orang. “Makan Siang Natal” 2016 ini, komunitas lintas agama dan Komunitas Peace Maker (KOMPAK) membantu untuk melayani.

Dalam “Makan Siang Natal” biasanya diisi dengan berbagai hiburan dan pemberian bingkisan atau kado Natal. “Makan siang Natal bersama mereka yang kami layani membawa sukacita besar. Saya merasakan ‘keajaiban Natal kecil’ dengan melihat senyum bahagia di wajah oma, opa, dan adik-adik Sekolah Damai, korban kekerasan dan pepeperangan dulu di Timor Leste,” ungkap Maya.

Sementara di Yogyakarta, “Makan Siang Natal” diselenggarakan sejak 2008. Penanggung jawab Komunitas Sant’Egidio Yogyakarta, Cristovorus Octavianus Kurniawan W. mengatakan, mereka yang diundang yaitu para lansia, keluarga pemulung, anak jalanan dan keluarganya, waria, dan anak-anak Sekolah Damai.

Pada 2015, kata Iwan sapaannya, “Makan Siang Natal” dilangsungkan di halaman Gereja St Maria Assumpta Babarsari, Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang. Hadir sekitar 400 orang. Selain itu, akhir Januari 2016, “Makan Siang Natal” diadakan di Penjara Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

“Makna ‘Makan Siang Natal’ adalah belas kasih dan persaudaraan tanpa batas, khususnya bagi yang miskin. ‘Makan Siang Natal’ menjadi momen bagi orang-orang miskin untuk mendapat tempat istimewa di dalam Gereja. Kelahiran Yesus yang ditandai dengan kesederhanaan kandang Betlehem, kemiskinan, dan penolakan pemilik penginapan, semoga tidak lagi terjadi pada orang-orang miskin saat ini, teristimewa saat Natal,” demikian Iwan.

Maria Pertiwi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 52 Tanggal 25 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*