Artikel Terbaru

Jamuan Natal bagi Kaum Papa

Jamuan Natal bagi Kaum Papa
1 (20%) 1 vote

Kelompok ketiga disebut Pembawa Kado yang bertugas mendata dan memastikan setiap undangan mendapatkan kado sesuai wish list undangan, serta mengantarkan kado tersebut ke meja undangan. Selain itu, ada relawan yang bertugas di bagian dapur, keamanan, acara, kebersihan, dan dokumentasi.

Semua Terlibat
Fredericka Krisma Setyatami dari Domus Cordis mengatakan, “Makan Siang Natal” membutuhkan dana besar. Karena itu, lanjut Ricka, butuh uluran semua pihak untuk terlaksananya “Pesta Meja Makan” ini.

Komunitas Domus Cordis secara bersama menggalang pencarian dana untuk “Makan Siang Natal” ini. “Tema pencarian dana MSN tahun ini adalah Bliss & Blessing. Fokusnya adalah dengan menjual makanan dan merchandise dari usaha Cordisian (anggota Domus Cordis-Red) dan juga menjual kupon donasi berhadiah,” jelas Ricka.

Promosi, penjualan, dan pencarian donasi dalam rangka penggalangan dana menjadi ajang kompetisi perkelompok angkatan formasi di komunitas dan tim dana kepanitiaan “Makan Siang Natal”. Mereka menyediakan hadiah hiburan untuk kelompok yang berhasil menggalang dana dengan nominal tertentu. Harapannya pencarian dana menjadi fun dan semua Cordisian bisa terlibat.

Walaupun banyak yang membantu dan percaya dengan kebaikan Tuhan, tetap saja tim dana deg-degan, karena sampai kurang dari dua minggu penyelenggaraan acara, dana masih belum mencukupi. “Untuk itulah, kecukupan dana menjadi salah satu ujud doa bagi semua panitia “Makan Siang Natal” di komunitas kami.”

Setiap komunitas memiliki cara tersendiri dalam mengumpulkan uang. Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) mengumpulkan dana dari para donatur berupa uang tunai dan sumbangan berupa barang, souvenir, dan makanan. “Kami juga menerima dana dari KAJ untuk menutupi biaya konsumsi para sahabat yang diundang,” ujar Marisstella Miranda.

Natal 2015, WKRI mengundang 400 orang yang merupakan anggota dari Program Orangtua Asuh Paroki St Andreas Kedoya. WKRI juga mengundang keluarga-keluarga para pekerja gereja. “WKRI sendiri memberikan sumbangan berupa tenaga relawan dan terlibat di kepanitiaan.”

Miranda mengaku tak bisa melupakan suasana saat ia dan anggota WKRI lainnya mengadakan acara “Makan Siang Natal”. Miranda merasakan suasana makan bersama kaum disabilitas. Mereka juga tak sungkan menerima pelukan ibu-ibu peserta “Makan Siang Natal”. “Itu momen yang tak bisa saya lupakan.”

Edward Wirawan
Laporan: Yanuari Marwanto/Aditya Mahendra

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 52 Tanggal 25 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*