Artikel Terbaru

Damiana Dotty Widowati: Lakukan Bagianmu, Tuhan Menyempurnakan

Damiana Dotty Widowati: Lakukan Bagianmu, Tuhan Menyempurnakan
1 (20%) 1 vote

Ketertarikan Hermien mengikuti olahraga ini karena osteoartritis yang dideritanya sejak 2015. Ini membuatnya kesulitan berjalan dan berlutut. “Ada teman yang menceritakan tentang akuarobik. Aku cek, cari di Google. Februari 2016 aku kontak beliau dan mulai ikut,” ujar Hermien. Dua kali seminggu ia mengikuti latihan akuarobik. Selang sebulan, Hermien latihan tiga kali seminggu, karena pada Mei 2016 ia harus bertugas ke Eropa Timur. “Puji Tuhan, ke Eropa Timur dengan bukit-bukitnya itu, aku bisa naik. Dulu kalau berlutut tiga menit sudah tidak kuat. Sekarang satu jam berlutut ayok aja,” ujar Hermien sambil tertawa.

Bagi Sesama
Di separuh abad usianya, Dotty ingin melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. “Apa yang saya lakukan nggak membuat saya masuk surga, itu nggak jadi soal. Yang penting saya sudah mulai. Saya nggak kebayang, hidup nggak ada guna buat orang lain,” ungkapnya.

Apa yang ia hidupi ini seiring dengan nilai dan teladan sang ibu yang meninggal pada 2007. Ibunya selalu mendorong Dotty dan saudara-saudaranya untuk bisa melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain.

Pun dari sang ibunya, ia belajar nilai-nilai kekatolikan. Dulu ketika masih kecil hingga SMP, Dotty mengikuti Misa harian bersama sang ibu. Selain itu, mereka juga memiliki kebiasaan berdoa Rosario. Kebiasaan itu masih Dotty hidupi hingga kini. Ia juga memiliki kebiasaan unik, yakni meletakkan Rosario di hampir setiap sudut kediamannya, terutama di gagang pintu; pintu depan, pintu kamar, bahkan pintu kamar mandi.

“Saya sering mendapat oleh-oleh Rosario dari saudara dan teman-teman. Rosario menjadi banyak. Bagi saya, itu membawa berkat. Menurut saya, doa Salam Maria itu doa dahsyat,” ujar perempuan yang pada Oktober lalu berziarah ke Tanah Suci untuk sang ibu sebelum meninggal, ibunya berencana ke Tanah Suci.

Dotty berharap bisa terus memberikan diri untuk orang lain, terutama lewat akuarobik. Ini dikuatkan dengan bacaan dari 1Korintus 13 mengenai kasih. “Ayat di sana ‘menampar’ saya untuk bisa melakukan sesuatu. Saya merasa, separuh abad ini saya belum buat apa-apa. Tapi daripada menyesal dan tak membuat sesuatu, lebih baik saya memulai saja. Saya jalani hidup saya, bagaimana saya bisa melakukan sesuatu untuk orang lain,” demikian Dotty.

Maria Pertiwi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 1 Tanggal 1 Januari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*