Artikel Terbaru

Selamat Tinggal Narkoba…

Selamat Tinggal Narkoba…
1 (20%) 1 vote

Menurut pimpinan YKM, Romo Lambertus Somar MSC, program rehabilitasi dan pendampingan di Kedhaton Parahita menggunakan metode therapeutic community (TC). Ini menggunakan metode dan lingkungan yang terstruktur untuk mengubah perilaku manusia dalam konteks kehidupan bersama yang bertanggung jawab. Prinsip yang digunakan adalah self-help, mutual-help atau orang memberdayakan diri, lalu berbagi untuk saling memberdayakan. Anggota komunitas bertanggung jawab untuk saling menolong satu sama lain. Dengan menolong orang lain, ia sekaligus juga menolong dirinya sendiri.

Kehadiran keluarga juga sangat penting selama pecandu narkoba menjalani rehabilitasi. “Peran keluarga itu penting sekali. Sangat penting. Setiap terapi pecandu harus dilengkapi dengan yang namanya family therapy (terapi kelurga). YKM mempunyai perkumpulan keluarga yang memperhatikan terapi keluarga,” ungkap Romo Somar.

Psikolog, psikiater, dan konselor di Kedhaton Parahita memberikan masukan kepada keluarga bagaimana mendampingi seorang pemakai narkoba ketika kembali ke rumah. Tidak ada rehabilitasi yang menjamin seratus persen seseorang akan berhenti menggunakan narkoba seumur hidupnya. Namun, rehabilitasi bisa membantu seseorang yang berniat berhenti memakai narkoba. “Rehabilitasi itu ibarat senjata. Kalau mau menggunakan senjata itu dengan baik, kita bisa terbebas dari musuh seumur hidup. Kalau tidak, kita akan jatuh lagi, jatuh lagi, dan jatuh lagi,” ujar Romo Somar.

YKM juga memiliki program reentry (sebelum pulang rumah) dan aftercare (sesudah pulang rumah). Melalui kegiatan ini para mantan pecandu diberi pelatihan keterampilan. Harapannya program ini mengilhami para mantan pecandu narkoba untuk mengembangkan bakat serta keterampilannya sehingga kembali menjadi pribadi yang percaya diri dan mandiri saat terjun ke masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memperkecil peluang mantan pecandu untuk kembali kambuh dan berdampak positif terhadap turunnya permintaan narkoba di masyarakat.

Kedhaton Parahita juga memberdayakan mantan residen (pengguna narkoba) untuk menjadi konselor di sana. Salah satunya Ricky Santoso, yang menjadi active user sejak SMA. Setelah menjalani TC di Kedhaton Parahita dan bebas dari jeratan narkoba, ia melayani sebagai konselor. Ia senang bisa ambil bagian membantu orang lain melalui metode TC. Tetapi di balik semua itu, kata Ricky, figur Romo Somar sangat berperan penting dalam kehidupannya. “Romo Somar seorang yang penuh kharisma. Caranya menyapa, mengajak saya dan menasihati, serta mendoakan saya adalah obat utama ketimbang menjalani treatment,” ujarnya.

Konselor lain yang juga mantan pengguna narkoba, Stefanus Ivan Triatna, mulai menjadi konselor pada 2011. Selama melayani di Kedhaton Parahita, Ivan belajar menerima diri sendiri, belajar membangun relasi dengan orang lain, dan mengisi kekosongan diri dengan aktivitas yang menyehatkan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*