Artikel Terbaru

Selamat Tinggal Narkoba…

Selamat Tinggal Narkoba…
1 (20%) 1 vote

Konselor lain, Erwin Purba, juga merupakan mantan residen. Erwin adalah seorang polisi berpangkat brigadir. Ia menjalani rehabilitasi di Kedhaton Parahita pada 1998. Di awal 2000, Erwin menjadi konselor. Ia merasa bangga dipercaya menjadi konselor, setidaknya nilai-nilai yang ia dapat semasa menjalani treatment seperti pola hidup sehat, cara menghindari negative peer, dan cara menghindari sugest untuk menggunakan lagi bisa ia bagikan. Dalam menjalani perannya sebagai konselor, Erwin percaya pada satu moto, “Men helping men, helping themselves”.

Terus Menemani
Di Medan, Sumatera Utara, para Suster Kongregasi St Yosef (KSSY) juga mendampingi dan memberdayakan para mantan pengguna narkoba. Pelayanan ini dilakukan melalui Rumah Kita, Pusat Perawatan dan Pemulihan Adiksi Narkoba yang diresmikan 28 Oktober 2014 oleh Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B. Sinaga OFMCap.

Beberapa karyawan Rumah Kita merupakan mantan pengguna narkoba yang menjalani rehabilitasi di sana. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian Gereja terhadap para mantan pengguna narkoba. “Ini untuk memberdayakan dan memberikan mereka lapangan pekerjaan,” ujar Direktris Rumah Kita Sr Beatrix Lingga KSSY.

Di Rumah Kita, residen juga mendapat pelatihan keterampilan, seperti beternak ayam, beternak lele, bercocok tanam, memasak, kerajinan tangan, les bahasa Inggris, belajar komputer, dan belajar alat musik.

Pendampingan dan pemberdayaan bagi residen dan mantan pengguna narkoba, menurut Sr Beatrix, mesti terus dilakukan agar setelah menjalani rehabilitasi, mereka bisa “berdiri di atas kaki mereka sendiri”. Tentu ini seiring dengan upaya Gereja untuk ambil bagian dalam memerangi narkoba.

Suster kelahiran Sipinggan, 15 Mei 1972 ini berharap, Gereja bisa merangkul mereka yang tengah menjalani program rehabilitasi dan mantan pengguna narkoba. “Hendaknya mereka dirangkul, bukan didiskriminasi. Kalau memungkinkan, Gereja bisa menunjukkan lowongan pekerjaan atau menyiapkan lowongan pekerjaan, sembari memperkuat kehidupan spiritual mereka,” demikian Sr Beatrix.

Maria Pertiwi
Laporan: Yusti H. Wuarmanuk

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 2 Tanggal 8 Januari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*