Artikel Terbaru

Keluarga Mendampingi Pemakai Narkoba

Keluarga Mendampingi Pemakai Narkoba
1.5 (30%) 2 votes

Victor tak sendirian. Beberapa temannya pun jatuh ke dalam dunia hitam itu. Di rumah Jacob dan Leni mereka sering berkumpul. Sebagian dari mereka ditolak oleh keluarganya. Leni menerima mereka seperti anak sendiri. “Kami tidak memarahi mereka tetapi memberikan nasihat dengan lembut dan terus menerus mendoakan mereka.”

Teman-teman Victor itu kini sudah bebas bahkan sudah menikah dan memiliki anak. Victor sendiri sudah terlepas dari ketergantungan obat. Victor sempat aktif di Persekutuan Doa. “Victor lulusan desain grafis yang berbakat. Pernah ia mendesain salib dan banyak yang bilang itu bagus,” ujar Jacob yang menjadi prodiakon di Paroki St Laurensius Alam Sutera ini.

Di semua lini persoalan hidupnya, Jacob yang berusia 75 tahun memiliki ayat andalan yang terus ia dengungkan kala masalah mendera. “Iman saya menggantung pada Filipi 4:13, ‘Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku’.”

Harus Preventif
Peran keluarga dalam menangani pemakai narkoba juga ditegaskan oleh Ignasius Soekarno. Ignasius sering meninggalkan keluarganya karena dinas luar kota. Namun ia menilai, keluarganya sangat harmonis dan doa menjadi pusat kehidupan mereka. Suatu hari ia mendapati kenyataan pahit, putranya terjerat narkoba. Tak ayal suasana itu membuat kalut muram membungkus rumah tangga Ignasius. Mereka saling menyalahkan satu sama lain.

Ricky Santoso adalah anak laki-laki tunggal dari tiga bersaudara. Ignasius pun mengambil keputusan untuk pensiun dini. Dalam dirinya sebuah pertanyaan mendamprat keras relung hatinya, “Untuk apa karier gemilang kalau keluarga hancur?”

Diam-diam, Ignasius mencari informasi tempat rehabilitasi di pelbagai kota tempat ia berdinas. Namun, Ricky enggan masuk rehabilitasi. Ignasius meradang. Kadang ia menggunakan kekerasan. Pada awal 2001, Ignasius mengajukan pilihan kepada Ricky; masuk rehabilitasi atau keluar dari rumah selamanya.

Waktu berjalan, kerinduan Ignasius pun tercapai. Ricky ingin masuk rehabilitasi. Juni 2001, Ricky masuk rehabilitasi Yayasan Cinta Anak Bangsa. Kemudian Ignasius mendapatkan informasi perihal Yayasan Kasih Mulia yang menaungi Kedhaton Parahita. Waktu itu, Kedhaton Parahita belum memiliki tempat yang tetap. Ricky pun berpindah dari Cikokol, Cisauk Tangerang, Sukabumi hingga kini di Sentul; di mana Kedhaton Parahita kini berdiri.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*