Artikel Terbaru

Romo Hadrianus Tedjoworo OSC: Menangkap Imaji di Meja Operasi

Romo Hadrianus Tedjoworo OSC: Menangkap Imaji di Meja Operasi
1 (20%) 1 vote

Awal 2016, Romo Tedjo mendatangi lagi dokter yang pernah menyelamatkan nyawanya di Singapura. Ia mengeluhkan sakit seperti dulu. Setelah dicek, ada bekas operasi yang terbuka dan dia harus kembali naik meja operasi.

Menerima Kematian
Romo Tedjo mengaku, peristiwa sakit yang ia alami itu merupakan pengalaman paling hakiki yang pernah ia jalani dalam hidupnya. Anggota Ordo Salib Suci (Ordo Sanctae Crucis/OSC) yang mengikrarkan kaul kekal pada 1997 ini mengaku, sejak kejadian tersebut ia sudah menerima kematiannya. “Peristiwa itu membuat saya siap menerima kematian setiap saat. Tak ada lagi rasa takut,” ujarnya penuh keyakinan.

Pengalaman tak mengenakkan itu jadi bahan ampuh dalam tugas pastoralnya. Di banyak kesempatan, ia dengan ringan hati menceritakan pengalaman sakratulmaut yang pernah ia gumuli itu kepada mereka yang sakit dan menderita. Romo Tedjo percaya, dengan membagikan pengalaman, orang yang mendengar bisa merasa dikuatkan bahwa ada orang yang pernah mengalami hal serupa. Itu bisa memotivasi agar sembuh. Kalaupun tidak, minimal ia bisa menerima ajal dengan lebih tenang. “Mengapa harus takut dengan kematian. Pengalaman sakit adalah sesuatu yang mengubah hidup saya,” katanya.

Meskipun dia adalah pemegang gelar doktor dari Radboud Universiteit Nijmegen (RUN) Belanda, dalam karya pastoral ia lebih bergairah bicara dari pengalaman nyata daripada menggunakan teori atau konsep. Dosen Teologi Universitas Padjajaran Bandung ini berkisah, Tuhan hadir dan berkarya di tengah umat lewat pengalaman dan peristiwa nyata. Itu adalah imaji atau gambar yang dihadirkan Tuhan untuk ditangkap manusia.

Pengalaman sakit yang ia alami merupakan salah satu imaji yang ditulis Tuhan dalam perjalanan hidupnya. Ia diminta menangkapnya lalu dibagikan kepada orang lain. Inilah yang menjadi alasan tiap kali mengajar atau berkhotbah ia akan memperhatikan lekat-lekat para audience-nya. Dari situ ia kerap menangkap imaji-imaji yang hadir di tengah para pendengarnya. Imaji merupakan salah satu bidang yang digeluti Romo Tedjo dalam penelitian doktoralnya.

Waktu itu, Romo Tedjo melakukan penelitian di Paroki Kristus Raja Cigugur, Kuningan dan Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Bantul, DI Yogyakarta. Ia memilih dua Paroki ini karena yang mewakili umat Katolik Sunda dan mewakili umat Katolik Jawa.

Romo Tedjo membawakan materi dalam Writing Camp Penulis Katolik Deo Gratias . [HIDUP/Stefanus P. Elu]
Romo Tedjo membawakan materi dalam Writing Camp Penulis Katolik Deo Gratias .
[HIDUP/Stefanus P. Elu]

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*