Artikel Terbaru

Melayani Tak Kenal Gengsi

Melayani Tak Kenal Gengsi
1 (20%) 1 vote

Selain melatih, Ivan juga menulis naskah pementasan sendiri. Hingga kini, sudah ratusan naskah yang telah ia ciptakan dan pentaskan, seperti Kejatuhan Manusia (2009), Jatuh Cinta (2009), Apakah Cinta Sudah Mati (2010), dll.

Paskah 2014 menorehkan pengalaman berharga bagi Ivan. Ia melatih drama Kisah Sengsara Yesus di sembilan paroki KAJ. Ivan mesti membagi waktu. Namun, jadwal pementasan drama ini bersamaan, saat Jumat Agung. “Akhirnya saya memilih mendatangi satu paroki saja,” kisah Ivan ketika ditemui HIDUP beberapa waktu lalu.

Awam Setia
Berbeda dengan Thomas Antonius Dwiadji Kristianto. Ia cukup terkenal di kalangan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Keluarga Kudus Cibinong, Keuskupan Bogor. Sejak diangkat sebagai Ketua OMK Paroki Cibinong pada 2013. Ia getol terlibat dalam bidang kerohanian orang muda.

Adji dikenal sebagai pribadi yang bertanggungjawab. Ia tak pernah malu bila berbicara di depan umum untuk kaum muda maupun kelompok kategorial lainnya. Kala diminta sebagai pembicara di berbagai seminar atau menjadi tim pengajar Pendalaman Aksi Puasa Pembangunan (APP), ia menerimanya dengan senang hati.

Lelaki jebolan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Ilmu Komputer Yogyakarta ini bahkan dikenal sebagai tangan kanan romo dan frater yang bertugas di Paroki Cibinong. Kapan saja para imam membutuhkan tenaganya, ia siap membantu.

Bagi OMK Stasi St Vincentius Gunung Putri, Bogor, Adji dikenal sebagai pencinta liturgi. Hampir tiap minggu ia tak pernah absen mengikuti Ekaristi. Baginya, Ekaristi adalah sumber kekuatan manusia. Orang menjadi kuat dan setia pada imannya karena telah mengecap Tubuh Kristus.

Mengajarkan misdinar dan melatih mereka membaca Kitab Suci adalah salah satu rutinitas Adji tiap Minggu. Sebagai lektor, ia dipercaya melatih lektor-lektris lainnya. Karena keaktifannya di Gereja, ia pun didaulat melatih Paduan Suara (Padus) di Stasi St Vincentius Gunung Putri. Awalnya, ia merasa tidak percaya diri karena suaranya pas-pasan dan tak mahir membaca not. Tapi atas desakan beberapa teman, ia memberanikan diri menjadi dirigen.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*