Artikel Terbaru

Reiner Bonifasius Rahardja: Menjalankan Bisnis dengan Satu Nafas

Reiner Bonifasius Rahardja: Menjalankan Bisnis dengan Satu Nafas
3.6 (71.43%) 7 votes

Melalui The Accelerator Reiner bermimpi memperbaiki iklim kewirausahaan Indonesia yang tak hanya berorientasi pada profit. Di The Accelerator ia memberi pelayanan, mendidik pengusaha muda secara cuma-cuma alias gratis. Menurut Reiner, saatnya usahawan Indonesia menjadi lebih cerdas dengan belajar bisnis langsung dari praktisi tanah air.

Penerima Indonesian Entrepreneur and Education Award (IEEA) 2015 kategori “The Best & Most Recommended Business Acceleration Company of The Year” ini banyak menerima cibiran saat mulai merintis The Accelerator. Idenya dianggap terlalu sulit. Ia tak putus asa. Reiner berjanji akan mengubah iklim wirausaha Indonesia. “Saya yakin, The Accelerator akan menjadi kontributor utama wirausaha berkualitas di Indonesia. Tiga sampai empat tahun ke depan kami akan menjadi komunitas sekaligus pendidik entrepreneurs terbesar di ASEAN untuk usahawan di bawah umur 40 tahun dengan basis ilmu bisnis terapan,” harap Reiner.

Memandang 2016
Prospek dunia ekonomi dan bisnis di Indonesia pada 2016 akan lebih baik, demikian Reiner memprediksi. Banyak orang akan mengalami perbaikan kondisi usaha. Menurutnya, sektor dunia bisnis saat ini tak berada dalam kondisi krisis, buktinya banyak sekali bisnis yang berkembang. Ada begitu banyak pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan masih saja digelontorkan oleh pasar. “Peluang kita masih sangat besar, mengingat tahun depan kita sudah masuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan tujuh sampai delapan industri yang mulai dibuka di kawasan ASEAN,” ungkap Reiner via surat elektronik, Selasa, 8/12, lalu.

Peluang tersebut harus diimbangi dengan memperluas cakupan usaha ke luar, dengan begitu ekspor akan semakin besar. Setiap pengusaha perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi invasi asing dari negara tetangga. Indonesia juga harus lebih serius mengembangkan bisnis ke negara tetangga, membangun kerjasama dengan banyak pengusaha.

Tahun 2016, menurut Reiner, komunitas pengusaha yang satu hati dan visi agar tetap solid dan berkembang juga harus dikedepankan. Di The Accelerator, kata Reiner, komunitas selalu fokus untuk saling backup dan menjalin kerja sama antarpengusaha. Bukan hanya belajar dari yang sudah sukses, namun juga harus memiliki nafas yang sama yakni saling membantu satu sama lain, lintas wilayah, suku, ras, dan agama. Reiner berharap para pengusaha mulai memperbesar usaha dengan penetrasi agresif, modal yang minim dan tidak gegabah. Harus mulai berkenalan dengan banyak usahawan lain dan mungkin saja mereka bisa menjadi calon prospek, sponsor, atau investor. “Kita tidak tahu cara kerja Tuhan, tapi kita bisa mengatur cara kerja kita oleh karena itu mulailah melakukan tindakan yang membuka jalur berkat Tuhan lebih luas,” kata alumnus program Administrasi Bisnis, University of Southern Queensland, Australia ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*