Artikel Terbaru

Leonardo – Lucyana: Menghidupi Panggilan untuk Orang Miskin

Leonardo – Lucyana: Menghidupi Panggilan untuk Orang Miskin
1 (20%) 1 vote

Bersama Lucy, ia merintis KKI. Lucy sendiri sebelumnya bekerja di perusahaan properti di daerah Cibubur. Lucy merasa ia memiliki semangat bekerja tapi berada di tempat yang “salah”. “Saya bertanya kepada diri sendiri, saya bekerja keras untuk apa?” ungkapnya.

Ia keluar dari pekerjaannya dan mencari pekerjaan baru termasuk mengikuti tes CPNS. Ketika Leon mengajaknya untuk merintis KKI, Lucy mau bergabung. “Kami turun ke gang-gang di Cilincing, mencari ibu-ibu yang mau bergabung dengan KKI. Saya menikmati saat-saat itu,” ujar perempuan yang tengah menyelesaikan studi di Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik, Fakultas Ekonomi, UI ini. Bertemu dengan ibu-ibu yang berkekurangan, Lucy merefleksikan bahwa ia juga berasal dari keluarga kurang mampu, dari sini ia terpanggil untuk memberdayakan ibu-ibu di daerah Cilincing.

“Saya merasa menjadi anak yang beruntung. Orangtua saya bisa membawa keluarga kami keluar dari kemiskinan. Lalu saya berpikir, bagaimana para ibu di Cilincing ini lepas dari kemiskinan? Bagaimana anak-anak mereka bisa keluar dari kemiskinan? dari para ibu-ibu itu siapa yang bisa mengeluarkan mereka dari kemiskinan,” ujar perempuan kelahiran Padang, 30 Agustus 1985 ini.

Tahun-tahun awal berdirinya KKI, Leon dan Lucy harus merangkak perlahan. Mereka berjuang agar KKI tetap ada dan bisa memberikan sesuatu untuk bisa membantu, khususnya para ibu untuk membawa keluarganya keluar dari kemiskinan.

Mereka kemudian berusaha menghadapi tantangan demi tantangan yang datang. Mereka percaya, pasti ada jalan, meskipun tantangan yang mereka hadapi tak sedikit. Per November 2015, anggota KKI berjumlah 7.693 orang. Sembilan puluh lima persen anggotanya Muslim. Aset KKI kini mencapai sekitar tujuh miliar.

Anggota KKI terbagi dalam 800-900 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari tujuh sampai sepuluh orang. Sebagian besar mata pencaharian mereka adalah pedagang, terutama pedagang makanan.

Setiap kelompok mengadakan pertemuan rutin seminggu sekali. Dalam pertemuan itu para anggota tidak hanya menyetor uang untuk melunasi pinjaman, tetapi juga mendapat pembinaan atau pengarahan dari tim KKI. Mereka memberikan cara membuat anggaran dan mengendalikan pengeluaran rumah tangga. Para anggota KKI ini juga dimotivasi untuk menabung dan mewujudkan mimpi misalnya membangun rumah sendiri, memiliki kios, dan membiayai pendidikan anak-anak mereka.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*