Artikel Terbaru

Br Kristoforus Pudiharjo OFM: Bruder Penggiat Pertanian Organik

Br Kristoforus Pudiharjo OFM: Bruder Penggiat Pertanian Organik
3 (60%) 2 votes

Keempat, seperti lingkungan hidup dalam skala luas, tanaman organik membutuhkan keanekaragaman hayati. Br Pudi menyebut, setidaknya perlu ada lima jenis tanaman dalam suatu lahan pertanian. “Tak boleh menanam tanaman satu jenis, harus tumpang sari. Karena semakin banyak jenis tanaman, akan semakin baik dan bermanfaat dalam hubungan simbiosis-mutualisme.”

Kelima, pengelolaan tanah yang seminimal mungkin. Dalam pertanian organik, hampir tidak ada cangkul-mencangkul. “Kami nyangkul satu kali untuk sepanjang masa,” ujar biarawan kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 58 tahun silam ini.

Br Pudi menjelaskan, jika tanah terus-menerus dicangkul, akan membuat tuan tanah yang ada dalam tanah menjadi bingung. Tuan tanah itu, lanjutnya, adalah cacing tanah yang berfungsi menggeburkan tanah dan menyalurkan oksigen ke dalam tanah. “Orang menganggap, pertanian organik itu kuno, padahal sesungguhnya ia adalah pertanian masa depan,” ujar Br Pudi.

Br Kristoforus Pudiharjo OFM
TTL :
Wonogiri, 31 Maret 1958
Masuk OFM: 1994
Kaul Kekal : 2000

Pendidikan :
• SDN 1 Wonogiri (1964-1970)
• SMP Kanisius Wonogiri (1970-1973)
• SMAN 5 Jakarta (1973-1976)
• S1 Komunikasi, Fisipol-Universitas Nasional Jakarta (1976-1980)

Kursus/Pelatihan Tanaman Organik:
• Pertapaan Rawaseneng (1998)
• Fukuoka, Jepang (1993)
• Rotterdam, Belanda (1992)

Pekerjaan:
• Pemda DKI Jakarta Bagian Lingkungan Hidup (1980-1990)

Penghargaan:
• Pertanian Perkotaan (Urban Farming) dari UPC (2000)
• Pemberdayaan Masyarakat untuk Limbah Rumah Tangga dari Pemda Jawa Barat (2005)
• Ketahanan Pangan dari Danrem Bogor (2012)

A. Sudarmanto

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 4 Tanggal 22 Januari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*