Artikel Terbaru

Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI): Tumpangan yang Lapar dan Haus

Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI): Tumpangan yang Lapar dan Haus
4.3 (85.71%) 7 votes

Akibat kecelakaan itu, tangan kiri dan tulang punggung Yulia patah. Sampai sekarang Yulia harus menggunakan tangan palsu. Musibah itu tak pernah hilang dari bayangan Yulia. Meski demikian, Yulia masih mengucap syukur karena Tuhan masih berkenan memberi kesempatan untuk melanjutkan hidup.

Setelah merefleksikan pengalaman itu, Yulia berniat kembali ke jalan Tuhan dan berbuat sesuatu untuk melayani umat lain yang membutuhkan. Langkah pertama yang ditempuh Yulia adalah mengumpulkan anak-anak kurang beruntung, lalu membuka kesempatan belajar bagi mereka. Sampai akhirnya, Panti Asuhan KAMI resmi berdiri pada 1996.

Yulia mengatakan, pekerjaan mendampingi anak-anak yang sedang tumbuh menuju remaja bukan pekerjaan mudah. Namun, melihat mereka bertumbuh dari hari ke hari merupakan sebuah kegembiraan bagi dia.

Seiring waktu, jumlah mereka semakin bertambah. Sampai sekarang, ada sekitar 70-an anak berada di bawah binaan Panti Asuhan KAMI. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang datang dari keluarga tidak mampu dan ada yang kehadirannya tidak diterima oleh orangtuanya. “Saya akhirnya belajar banyak hal. Jangan memandang ini anak orang kaya dan ini anak orang miskin. Di sini tidak ada perbedaan, semua sama memiliki darah merah ketika tubuh kita dibelah,” ujar Yulia yakin.

Menurut Yulia, kehidupan panti ini sangat tergantung kepada orang-orang yang murah hati. Orang-orang itu rela menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk disumbangkan ke Panti Asuhan KAMI. Jamak terjadi, ada donasi yang masuk namun tidak tahu dari mana datangnya.

Rumah yang saat ini menjadi tempat tinggal anak-anak juga berasal dari kemurahan hati seorang donatur. “Suatu hari seorang mengaku bernama Yohanes mengatakan bahwa ia mau menyumbangkan rumah. Kami dengan gembira menerima sumbangan itu, namun sampai sekarang kami tidak tahu siapa beliau dan bagaimana keadaan beliau,” kata Irni, sapaan Charolina Maryani.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*