Artikel Terbaru

Liku Panjang Episkopal Mgr Liku Ada’

Liku Panjang Episkopal Mgr Liku Ada’
1 (20%) 1 vote

Hal yang sama terjadi sekitar enam bulan setelah ia ditahbiskan menjadi Uskup. Saat ia pulang ke rumah, ayahnya minta dibaptis. Prosesnya terulang, ayahnya meminta supaya dibaptis di rumah. Mgr Liku Ada’ memilihkan nama “Yosef” sebagai nama pelindung.

Dukungan lain dari keluarga yang sangat dirasakan oleh Mgr Liku Ada’ adalah keluarganya tetap menjaga jarak dengan Mgr Liku Ada’. Selama menjadi Uskup, belum pernah sekalipun ayah atau ibunya menginap di rumah keuskupan. “Ayah dan ibu selalu bilang, jangan sampai muncul kesan kami menjadikan kamu sebagai uskup keluarga.”

Pesta Perak
Pada 2 Februari 2017, Mgr Liku Ada’ merayakan pesta perak tahbisan epis kopal. Ada macam-macam acara yang digelar. Semua bertujuan mendekatkan Uskup dengan umatnya. Mgr Liku Ada’ berkunjung ke Kevikepan-kevikepan dan paroki-paroki dan mengadakan tatap muka dengan umat. Sekretaris Keuskupan Agung Makassar (KAMS) Romo Paulus Tongli mengatakan, mereka menyiapkan panduan pertanyaan-pertanyaan yang akan di tanyakan umat kepada Mgr Liku Ada’. “Pertanyaan seputar keluarga dan panggilannya,” ujar Romo Paulus.

Dalam rangkaian pesta perak ini, sasaran lain yang hendak dicapai adalah menggalang dukungan untuk pendidikan calon imam di KAMS. “Kami bersyukur karena Bapa Uskup sudah menjadi gembala bagi kami, sambil bersama-sama mendukung juga anak-anak dan remaja yang ingin menjadi imam,” ujar Ketua Panitia Pesta Perak, Julius Yunus Tedja.

Secara pribadi, Mgr Liku Ada’ menilai bahwa Gereja Keuskupan Agung Makassar masih terus melangkah menjadi Gereja mandiri. Keterlibatan semua umat adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Pada usia yang sebentar lagi menginjak 70 tahun, Mgr Liku Ada’ berharap, iman umat KAMS makin kokoh.

Stefanus P. Elu

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 5 Tanggal 29 Januari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*