Artikel Terbaru

Selalu Ada Harapan di Balik Kegelisahan Natal

Selalu Ada Harapan di Balik Kegelisahan Natal
1 (20%) 1 vote

Karena seorang diri, Romo Alfons tak bisa membuat aneka macam kegiatan selama Masa Adven, seperti di paroki-paroki lain. Ia hanya memimpin Ibadat Tobat dan mendengarkan pengakuan dosa. Pada Natal, imam yang ditahbiskan 16 ta hun lalu itu meminta bantuan kepada rekan imam dari Seminari Sibolga. Misa hanya diadakan di empat stasi. Stasi lain membuat ibadat yang dipimpin Ketua Dewan Stasi masing-masing.

Tetap Semangat
Situasi Singkil mirip dengan kasus-kasus di ibukota Jakarta. Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) memiliki beberapa paroki tanpa gereja. Paroki St Bernadet Ciledug, Tangerang, Banten, perayaan Malam Natal 2015 dipusatkan di satu tempat, di lokasi yang akan dibangun gereja di Pinang, Graha Raya. “Meski beberapa warga kurang setuju, karena sudah mendapat izin RT/RW setempat dan bekerja sama dengan pihak ke polisian, maka akan dikondisikan dan di komunikasikan terus-menerus”, jelas Kepala Paroki Ciledug, Romo Lamma Sihombing CICM.

Lokasi bakal gereja itu sudah dipasang tenda permanen, penambahan jumlah kursi dan lampu penerangan. Meski sudah mengantongi IMB sejak Agustus 2013, beberapa pihak menolak pendirian gereja di lokasi itu. Terjadilah demonstrasi besar-besaran pada September lalu dan akses pintu gereja ditutup. Setelah melakukan pendekatan dan situasi kondusif, penancapan tiang pondasi dilakukan. Lagi-lagi demonstrasi terjadi hingga ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Karena dikalahkan di PTUN tingkat pertama, pihak Paroki naik banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, dan hasilnya kalah lagi pada Februari 2015. Meski situasinya tak kondusif, umat tetap bersemangat mengikuti aneka kegiatan baik dari Sekolah Minggu, Bina Iman Remaja, maupun lomba mendesain pohon natal.

Jangan Hujan
Kesulitan juga dialami umat Paroki St Clara, Bekasi Utara. Setelah Panitia Natal terbentuk, mereka mempersiapkan tempat. Permasalahan utama perayaan Natal adalah kekurangan tempat. Menurut Kepala Paroki St Clara, Romo Raymundus Sianipar OFMCap, perayaan Natal diadakan di Kapel Wisma Asri dan Aula milik Yayasan Dharmais di Kompleks Seroja.

Untuk persiapan tempat itu, dibutuhkan sekitar 40 juta untuk setiap lokasi yang digunakan. Umat yang hadir pun pasti membeludak. “Maka, kami berdoa agar perayaan Natal tidak hujan; sebab jika hujan, umat bisa kocar-kacir karena mayoritas umat berada di bawah tenda,” katanya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*