Artikel Terbaru

Sysilia Tanhati: Ke Kalkuta, Belajar dan Berbagi Kasih

Sysilia Tanhati: Ke Kalkuta, Belajar dan Berbagi Kasih
1 (20%) 1 vote

Sysilia merasa iba. Ia mengajak Khusbu mengobrol sambil mengelus-elus dadanya. Tak lama kemudian, tangis Khusbu reda. Bahkan perempuan itu sampai tertidur sembari memeluk paha Sysilia. Ia mengakui, peristiwa itu menjadi salah satu pengalaman berkesan selama berada di rumah penampungan.

Perjumpaan dengan sesama yang kurang beruntung dan amat membutuhkan perhatian serta kasih sayang itu terpatri dalam hati Sysilia. Kenangan itu pulalah yang membuatnya bertolak kembali ke Kalkuta pada Juni lalu. Sedikit berbeda dengan kedatangannya yang pertama, kali ini ia melayani para penghuni di Shanti Dan dan Daya Dan.

Shanti Dan merupakan penampungan bagi remaja dan perempuan dewasa yang mengalami gangguan mental dan fisik. Bangunan berlantai tiga ini dirancang terpisah antara hunian untuk perempuan dan laki-laki. Jarak antara Shanti Dan dengan Daya Dan sekitar 30 menit dengan bus.

Di Shanti Dan, Sysilia mencuci pakaian dan selimut pasien, menyiapkan makan siang untuk pekerja di rumah, menyuapi pasien, serta berinteraksi dengan seluruh penghuni. Para penghuni Shanti Dan wajib mengikuti kegiatan komunitas, antara lain: mewarnai, menggambar, menari, dan senam. Ia senang beberapa pasien di Shanti Dan mengenalnya. Ketika ia selesai mencuci, mereka menyentuh celemek dan celananya. Bahasa tubuh itu seolah menasihatinya segera mengganti pakaian agar tidak sakit. “Ada juga yang suka mengusap kepala dan mencium tangan saya. Seakan mereka memberi berkat untuk saya,” kenangnya.

Kenangan Mendalam
Sysilia mengenang, sebulan sebelum pulang ke Tanah Air. Ia berjumpa dengan Nomita. Penghuni Shanti Dan itu datang dan berjanji kepadanya. Ia bakal mempersembahkan sebuah tarian dan lagu untuk Sysilia. Nomita mengizinkan Sysilia merekam momen tersebut dengan kameranya. “Hanya saat itu saja,” pesan Nomita menandaskan.

Sayang, karena kesibukannya membuat Sysilia nyaris lupa dengan persembahan Nomita. Beruntung seminggu sebelum pulang ke Indonesia, Nomita mengingatkannya. Ia menuntun Sysilia ke sebuah dinding di mana tergantung kalender. Sysilia takjub perempuan itu mengingat jadwal kepulangannya dengan tepat. Padahal di rumah tersebut, banyak relawan datang dan pergi.

Penghuni lain bernama Kajol. Sysilia menganggap perempuan itu sebagai pasien favoritnya. Kajol selalu memperhatikan gerak-gerik Sysilia saban hari. Ia juga kerap menasihatinya agar tak lupa makan. Tak pelak, Sysilia selalu mencari dan berpamitan dengannya begitu usai tanggung jawab di Shanti Dan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*