Artikel Terbaru

F.X. David Wijaya: Melawan Sunyi, Mengukir Prestasi

F.X. David Wijaya: Melawan Sunyi, Mengukir Prestasi
1 (20%) 1 vote

David dan Tumirah lantas berembug dengan Romo Rafael Isharianto CM. Rencana mendirikan komunitas bagi umat “spesial” itu menuai apresiasi positif dari Romo Rafael. Sebab, komunitas itu belum ada di Keuskupan Surabaya, meski Misa untuk para tunarungu sudah ada dan berlangsung tiap bulan. Kala itu, Romo Rafael yang memimpin setiap kali Misa.

Soal rencana pembentukan komunitas, Romo Rafael bahkan mendatangi rumah David. Tujuannya untuk mematangkan persiapan dan merealisasikan komunitas itu. Sementara Tumirah berjibaku untuk mengumpulkan calon anggota dari dalam maupun luar kelompok Adeco. Pada 14 Januari 2014, komunitas “Petrus” terbentuk. David didapuk sebagai ketua saat itu.

Kegiatan “Petrus” terus berjalan sampai kini. Satu atau dua kali dalam sebulan ada Misa khusus untuk mereka yang dipersembahkan oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya Romo Agustinus Tri Budi Utomo di Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya. Anggota komunitas itu berjumlah sekitar 25 orang saat ini. Nahkoda “Petrus” sekarang adalah adik kandung David.

Tak sebatas membangun keguyuban di antara para penyandang tunarungu, David juga yang mendorong sesamanya agar berani membuka diri di tengah umat. Maka tak heran, David dan sejumlah kawan-kawannya ikut ziarah, retret, dan rekoleksi untuk umum. Geliat David juga “melewati” pagar Gereja. Ia ikut turun tangan di Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin).

Organisasi yang dipayungi Departemen Sosial itu kerap membuat pameran dan memasarkan produk atau karya para penyandang tunarungu. Tujuan utama David tak semata-mata materi, tapi untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan menciptakan ruang sosialisasi antara rekanrekannya dengan masyarakat umum.

Perancang Busana
Meski hidup dalam sunyi, tak berarti David sepi aktivitas. Dari pagi hingga sore, ia menyelam dalam karya sebagai perancang busana. David Modiste merupakan label busana miliknya. David mulai kepincut dengan desain pakaian sejak di SLB B Don Bosco. Lulus dari sana, umat Paroki Katedral Surabaya ini melanjutkan pendidikan kejuruan di ARVA School Design Fashion Surabaya.

David bersama kelompok Gerkatin. [NN/Dok.Pribadi]
David bersama kelompok Gerkatin.
[NN/Dok.Pribadi]

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*