Artikel Terbaru

AKBP Leonardus Harapantua Simarmata: Kapolres Pejuang Damai

AKBP Leonardus Harapantua Simarmata: Kapolres Pejuang Damai
1 (20%) 1 vote

Tekad yang kuat untuk mengabdi sebagai prajurit negara akhirnya menuai hasil. Tahun 1994, Leo mengikuti tes masuk Akabri untuk kali ketiga. Ia diterima sebagai taruna Akabri. Kuliahnya yang sudah mencapai semester empat di Unika Atma Jaya akhirnya ia tinggalkan. “Sempat putus asa sih, tes berkali-kali tidak lolos. Puji Tuhan, diterima. Itu semua berkat kegigihan dan doa yang tak kunjung putus.”

Di Akabri, Leo terpilih masuk ke matra Kepolisian. Setelah digembleng selama tiga tahun, Leo dilantik menjadi perwira polisi pada 1997. Sejak itu, Leo mulai mengembara dalam medan bakti tugas kepolisian. Ia juga terpilih untuk menjalani pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di awal milenium kedua.

Utamakan Dialog
Lulus PTIK pada 2004, Leo bertugas di beberapa wilayah di Jawa Timur. Ia juga merasakan bekerja di lingkungan Mabes Polri bagian reserse dan kriminal. Saat menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sidoarjo, Polda Jawa Timur, ia berhasil mengungkap kasus pencurian kertas dalam dua kontainer dalam waktu seminggu, Leo dan jajarannya berhasil menangkap tersangka dan barang bukti di Cilincing, Jakarta Utara. “Peristiwa itu tak akan pernah saya lupakan. Kasus pencurian dengan kerugian yang cukup besar dan diungkap dalam tempo waktu yang cukup singkat.”

Kabupaten Sidoarjo memiliki kenangan tersendiri bagi Leo. Tiga jabatan pernah ia emban di Polres Sidoarjo, yakni Kepala Satuan Reserse Kriminal, Kepala Bagian Operasional, dan Wakapolres. Di Sidoarjo, Leo banyak disibukkan dengan pengamanan unjuk rasa warga yang rumahnya terendam lumpur Lapindo.

Warga yang berunjuk rasa sering memblokade jalan raya dan jalur kereta api. Masyarakat yang protes juga sempat merusak alat berat yang sedang dipakai untuk menanggulangi luapan lumpur. Leo mengutamakan pola dialogis dengan warga, meskipun kadang harus membubarkan warga yang memblokade jalan raya.

Suatu ketika, ratusan orang berunjukrasa di depan pintu gerbang Pendopo Sidoarjo. Mereka menggelar orasi, menuntut segera direalisasikan uang muka ganti rugi 20 persen dan mendesak bertemu dengan Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso. Aksi sempat memanas, bahkan nyaris ricuh setelah koordinator lapangan (korlap) aksi meminta warga mendobrak pintu kantor Bupati Sidoarjo. Leo mendatangi korlap aksi dan memintanya untuk tidak memprovokasi.

Kini, genap setahun umat Paroki Gembala Baik, Batu, Keuskupan Malang ini mengemban tugas sebagai Kapolres Batu. Ia membawahi sekitar 500 personel di sana. Sebagai kota wisata, kata Leo, Batu memiliki kemudahan akomodasi. Banyak wisatawan dari dalam maupun luar negeri yang berkunjung ke Batu, khususnya pada hari libur.

Leo bersama tokoh agama Kota Batu. [Dok. Pribadi]
Leo bersama tokoh agama Kota Batu.
[Dok. Pribadi]

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*