Artikel Terbaru

Mereka Menepi dan Terus Berbagi

Mereka Menepi dan Terus Berbagi
1 (20%) 1 vote

Saatnya Melayani
Purnakarya adalah saat berbenah diri; rendah hati memberi kesempatan bagi yang muda dan produktif. Demikian refleksi Uskup Emeritus Ketapang, Mgr Blasius Pujaraharja saat memasuki masa pensiun. Ia sangat bersyukur kala memasuki purnabakti.

“Masa tua bukan soal seberapa banyak orang menerima kita, tapi seberapa besar kehadiran kita menjadi bermakna bagi orang lain”, tuturnya. Ia tak harus berpusing diri memikirkan siapa yang mau merawat dan melayaninya. Ia percaya Tuhan pasti merawatnya. Yang terpenting adalah hadir bersama umat, mendengarkan keluh kesah mereka dan membuat mereka merasa bermakna di hadapan Tuhan.

Karena tahbisan uskup melekat selamanya, pelayanan pun harus terus dilaksanakan. Usia uzur tak menyurutkan semangat melayani sesama. “Kita dipanggil untuk misi mulia, berjalan bersama orang yang susah. Seorang pelayan tidak mencari keselamatan diri sendiri, melainkan keselamatan orang lain,” tegas Mgr Blasius.

Mgr Blasius mengaku, hari tua adalah hari paling bahagia dalam hidup, ibarat the beauty of the sunset. Ketika matahari terbenam, disitulah matahari berada pada puncak keindahannya. Orang tak akan bosan memandang keindahan yang dipancarkan mentari. Semakin tua hidup, sebisa mungkin dibuat indah; bermakna bagi sesama. Hidup sejati adalah hidup yang dibagikan pada sesama. Seperti Yesus membagi tubuh-Nya, demikian dengan orang pada usia senja; memberi sampai meninggalkan kenangan terindah yang sulit terlupakan.

Namun keindahan itu jangan sekadar keindahan fisik. Keindahan itu soal bagaimana kharisma dalam diri di gunakan untuk karya pelayanan. Karena itu, ia tak pernah bosan diundang paroki atau komunitas religius untuk memberi retret, meditasi, maupun pelayanan sakramen lainnya. “Saya dipanggil dan dipilih Tuhan untuk tugas ini. Identitas pelayan itu hilang bila saya melupakan tanggungjawab ini,” ujarnya.

Kepada siapa pun yang akan dan mulai masuk purnakarya, Mgr Blasius berpesan, “Jadilah lansia yang menampakkan kebahagiaan dan menebarkan daya pikat bagi sesama. Dan, jangan pernah rewel kepada anak dan keluarga bila Anda telah hidup di masa senja.”

Yusti H. Wuarmanuk/R.B.E. Agung Nugroho

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 49 Tanggal 6 Desember 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*