Artikel Terbaru

Berhenti Tak Berarti Mati

Berhenti Tak Berarti Mati
1 (20%) 1 vote

Meski kondisi fisik terbatas, semangat melayani tak surut. Ia masih menghadiri Sidang KWI, Pembukaan SAGKI, memberi retret imam, tetapi sudah tak seperti tahun sebelumnya.

Lain halnya dengan Uskup Emeritus Amboina, Mgr Andreas Petrus Cornelius Sol MSC, sudah berusia seabad pada Oktober lalu. Ia tinggal di Biara Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) Batu Gantung, Ambon, Maluku. Menurut Sr Anna Maria Sarisway TMM, perawat dan pendampingnya selama di Biara MSC Batu Gantung, Mgr Sol menempatkan diri sebagai anggota komunitas. Ia taat pada pimpinan biara. Seperti saat akan pindah kamar, ia menemui Superior MSC Daerah Maluku dan meminta izin.

Sikap taat itu juga dihidupi Uskup Agung Emeritus Pontianak, Mgr Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap. Sejak purnakarya, ia tinggal di Biara Kapusin Pontianak, Kalimantan Barat. “Sebagai anggota biara, saya patuh dengan aturan biara. Semua kegiatan harus menyesuaikan dengan aturan komunitas,” ungkapnya.

Ada juga yang tinggal dalam kesederhanaan dan melayani semampunya Gereja sekitar. Dialah Uskup Emeritus Atambua, Mgr Anton Pain Ratu SVD. Sudah delapan tahun ia purnakarya. Kini ia tinggal di kompleks SMK Pertanian, Bitauni, Timor Tengah Utara, NTT.

Perhatikan Indonesia
Satu-satunya Uskup Emeritus yang pernah bertugas di Indonesia dan kini tinggal di luar negeri adalah Mgr Herman Ferdinandus Maria Münninghoff OFM. Ia kembali ke negeri asalnya setelah purnakarya sebagai Uskup Jayapura. Di Negeri Kincir Angin, ia tinggal di Panti Wreda di Warmond.

Tinggal di rumah lansia, tak serta membuat Mgr Münninghoff ingin serba dilayani. Ia merawat diri sendiri. Meski langkahnya sudah tertatih dan pendengarannya menurun, ia rajin menyapa rekan sesama lansia.

Mgr Münninghoff dikenal gigih menyuarakan kebutuhan para lansia kepada pimpinan panti. Meski sudah 18 tahun jauh dari Papua, ia setia mengikuti perkembangan Indonesia, khususnya bekas medan karyanya dulu. Orang yang mengenalnya akan mampir mengunjunginya jika bertandang ke Belanda.

Yanuari Marwanto
Pelapor: R.B.E Agung Nugroho, Yustinus H. Wuarmanuk, Marchella A. Vieba, H. Bambang S

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 49 Tanggal 6 Desember 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*