Artikel Terbaru

Theresia Meak-Mateus Josef Mau: Derita Menguji Emas Pernikahan

Theresia Meak-Mateus Josef Mau: Derita Menguji Emas Pernikahan
1 (20%) 1 vote

Ketika matahari nyaris terbenam, baru ada penjual gaplek yang berminat dengan tawaran Mateus. Selembar kemeja putih diganjar tiga kilogram gaplek. Singkong kering itu menjadi santapan Mateus dan istri selama beberapa hari.

Ujian suami-istri itu kian bertambah hebat ketika anak pertama mereka, Amandus Herminun Mau lahir di tengah krisis pangan. Kondisi itu memaksa mereka berusaha lebih giat demi mencukupi kebutuhan utama buah hati mereka. Pulang kerja, Mateus ke pasar. Dia mencari dan memasak makanan untuk anak dan istrinya yang masih lemah usai persalinan.

Di sela-sela menunaikan tanggung jawabnya itu, Mateus juga mengurus rumah dan mencuci pakaian keluarganya. Tak ada kata malu di dalam kamus hidupnya. Bagi Mateus, jika dilakukan atas dasar cinta dan iman, pekerjaan apa pun akan memberi kebahagiaan untuk diri sendiri dan orang lain.

Malang, suatu hari Amandus jatuh sakit. Mateus dan Theresia berusaha sekuat tenaga agar buah hatinya sembuh. Namun, manusia boleh berkehendak, tetapi Tuhanlah yang memutuskan. Anak pertama mereka meninggal. “Jujur, kami putus asa ketika kejadian itu. Meski sulit, kami serahkan kepada Tuhan. Dialah yang menyelenggarakan hidup, bukan kami,” imbuh Mateus.

Iman Menyelamatkan
Tantangan iman, cinta, dan kesetiaaan terus membayangi perjalanan hidup mereka. Menjelang kelahiran anak keempat, Theresia merasa sakit di perutnya. Ia tidak bisa makan. Perutnya pun terasa mulas luar biasa. Namun si bayi tak kunjung lahir. Padahal hasil diagnosa dokter mengatakan, tak ada masalah pada janinnya.

Mateus dan Theresia bersujud dan memohon bantuan dengan perantaraan Keluarga Kudus. Mereka juga menjalankan novena selama sembilan hari. Ketika novena baru sampai hari keempat, seseorang mengetuk pintu rumah mereka. Ternyata, tanpa sepengetahuan Mateus dan Theresia, Bidan Maria datang ke rumah. “Dia ingin menolong kami,” kata Theresia mengenang.

Berkat bantuan Maria, Yovita Imelda Mau, anak keempat Theresia -Mateus lahir dengan selamat. Pasangan suami-istri itu yakin, Tuhan mengabulkan doa mereka. Seperti Abraham dan Sara yang kerap mendapat ujian dari Allah, demikian pula dengan mereka.

Saat Yovita beranjak dewasa, ujian kembali menghampiri keluarga itu. Suatu hari Minggu di bulan Oktober 2011, Yovita merapikan diri di kamar. Ia ingin datang Misa. Tiba-tiba perutnya terasa perih. Selang beberapa menit kemudian, saat Yovita buang air, keluar gumpalan darah beku. Dia sontak pusing, rubuh ke lantai, dan tak sadarkan diri.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*