Artikel Terbaru

Theresia Meak-Mateus Josef Mau: Derita Menguji Emas Pernikahan

Theresia Meak-Mateus Josef Mau: Derita Menguji Emas Pernikahan
1 (20%) 1 vote

Theresia menyalakan lilin dan merapal doa untuk kesembuhan putrinya. Setelah membaringkan Yovita di tempat tidur, Mateus juga mengoleskan air berkat di dahi, dada, tangan, dan kakinya. Tak lama berselang, Yovita membuka mata. Sambil mengucek mata, ia tersenyum heran memandang bapaknya yang duduk di sisi tempat tidur. “Sungguh ajaib karya Tuhan bagi kami hamba-Nya,” ungkap Theresia sambil menyeka airmata yang membasahi pipinya.

 Mateus dan Theresia punya devosi mendalam kepada Keluarga Kudus. Sejak mengikrarkan janji setia di hadapan Pater Theodorus de Boer SVD, mereka pun berjanji untuk membangun keluarga seturut semangat Keluarga Nazaret, seperti: iman, cinta, kesetiaan, kejujuran, dan kesederhanaan.

Suami-istri itu juga menerapkan disiplin tinggi kepada keenam anak mereka. Mateus berulangkali mengingatkan anak-anaknya agar tahu batas dalam bertindak dan bertutur kata. Ia menerapkan cara sederhana, yakni melibatkan keluarga dalam doa bersama. Menurutnya, doa adalah kekuatan untuk mawas diri.

Mateus-Theresia juga tak membedabedakan kasih sayang serta perhatian. Bagi mereka, semua anak sama, punya kelebihan dan kekurangan. Jangan sampai terjadi orangtua kurang memberi perhatian dan kasih sayang untuk anak-anak. Sebab, anak yang selalu mendapat kasih sayang dari orangtuanya, akan membagikan perasaan yang sama kepada orang lain.

“Kami menjadikan keluarga ‘sekolah cinta’. Di dalam keluarga, anak-anak mendapat berbagai nilai kehidupan. Kelak, nilai-nilai itulah yang membentuk mereka menjadi pribadi yang beriman teguh, mencintai sesama, dan memiliki moral nan tangguh,” beber Mateus.

Emas Pernikahan
Sejumlah tantangan yang mengiringi perjalanan biduk rumah tangga mereka ibarat tanur api. Berbagai cobaan yang mereka hadapi justru kian memoles kasih sayang, kesetiaan, dan iman yang otentik. Berkat keutamaan itu, Theresia-Mateus boleh merayakan usia emas pernikahan, dua bulan lalu.

Mereka bersyukur kepada Tuhan karena selama 50 tahun masih hidup bersama, saling mencintai, dan mendengarkan satu sama lain. “Kami yakin, Tuhan yang telah mempersatukan dalam Sakramen Perkawinan, akan tetap memelihara hingga nanti,” pungkas Theresia dengan penuh keyakinan.

RD Hermin Bere

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 49 Tanggal 6 Desember 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*